“Sasarannya adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam merawat dan memperbaiki mesin kapal, merintis usaha perbengkelan, serta memperluas jaringan dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap. Kami berharap PT BPI terus memfasilitasi pelatihan ini karena masih ada 685 orang yang membutuhkan pelatihan serupa,” ungkap Agung.
Selain pelatihan mesin, PT BPI secara konsisten menjalankan berbagai program lingkungan dan sosial di pesisir Batang, mulai dari pemasangan terumbu karang buatan, penanaman ribuan mangrove, hingga renovasi rumah tidak layak huni bagi warga Roban. Sinergi ini diarahkan untuk mendukung visi Kabupaten Batang yang mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (fel)
