Pondasi Terkikis Sungai Kupang, Dua Rumah di Kuripan Lor Pekalongan Rusak Parah dan Terancam Ambles

Pondasi Terkikis Sungai Kupang, Dua Rumah di Kuripan Lor Pekalongan Rusak Parah dan Terancam Ambles
ISTIMEWA RETAK – Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kuripan Yosorejo, Aipda Zainal Arifin, saat melakukan survei ke lokasi dan menunjukkan kondisi tembok rumah di Kuripan Lor Gg 6 yang retak.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ancaman abrasi sungai kembali menghantui warga di bantaran Sungai Kupang. Dua unit rumah milik warga di Kuripan Lor Gang 6, RT 03 RW 02, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat pondasi yang terkikis derasnya aliran air.

Kerusakan paling parah terlihat pada tembok bagian belakang rumah yang retak hingga pondasi yang mulai ambles ke arah sungai. Beruntung, insiden yang dipicu hujan deras sejak Jumat lalu ini tidak menimbulkan korban jiwa karena penghuni segera menyadari adanya pergerakan tanah.

Dua rumah tersebut diketahui milik keluarga Wartini dan Mahmudah. Saat ini, kedua keluarga tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat guna menghindari potensi bangunan roboh sewaktu-waktu.

Baca Juga:Inspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN KalijagaPersiapan Haji 2026, 345 Calon Jemaah Kota Pekalongan Mulai Manasik, Wali Kota Aaf Jamin Pelayanan

Lurah Kuripan Yosorejo, Mahfud, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama tim gabungan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat kecamatan telah terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen darurat.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD, Dinperkim, dan PSDA. Intinya kami sudah koordinasikan dengan pihak terkait. Kami juga membantu membuat proposal pengajuan rehab ke Dinperkim, sekaligus menindaklanjuti dengan berkirim surat resmi ke PSDA,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Usulkan Pembangunan Bronjong Permanen

Kondisi tanah di bantaran Sungai Kupang wilayah Kuripan Lor memang dikenal labil, terutama saat debit air meningkat. Sebagai langkah jangka panjang, pihak kelurahan mendesak adanya pembangunan bronjong atau dinding penahan tanah untuk memperkuat tebing sungai agar pengikisan tidak terus meluas ke permukiman warga lainnya.

Mahfud menjelaskan bahwa usulan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam agenda pembangunan melalui mekanisme Musrenbang.

“Kami berharap ke depannya di lokasi tersebut segera dibuatkan bronjong sebagai penguat tebing agar tidak terkikis aliran sungai. Pembuatan bronjong kali tersebut sudah kami usulkan melalui Camat dan Musrenbang Kecamatan ke pihak PSDA,” pungkasnya secara tegas.

Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di area belakang rumah yang terdampak, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. (way)

0 Komentar