Sungai Blorong Meluap, Ribuan Rumah di Kendal Terendam Banjir Hingga Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi

Sungai Blorong Meluap, Ribuan Rumah di Kendal Terendam Banjir Hingga Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi
ABDUL GHOFUR TERJANG BANJIR - Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kendal, terpaksa menerjang banjir setinggi lutut akibat luapan air usai hujan deras, Rabu (11/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir sejak Selasa (10/2/2026) malam memicu luapan besar Sungai Blorong di Kabupaten Kendal. Akibatnya, ribuan rumah warga di sejumlah kecamatan terendam banjir dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan di lapangan, air mulai melimpas ke permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu dini hari. Luapan ini terus meluas seiring meningkatnya debit sungai, merendam fasilitas umum mulai dari masjid hingga kantor pemerintahan desa.

Salah satu warga Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Rudi Santoso, menceritakan bagaimana air dengan cepat memasuki rumah-rumah warga saat sebagian besar masyarakat masih terlelap.

Baca Juga:Nelayan yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Roban BaratSopir Ambulans Desa di Pekalongan Digembleng Safety Driving, Polisi: Nyawa Pasien dan Keamanan Utama

“Air mulai masuk sekitar jam dua dini hari dan langsung merendam rumah-rumah warga. Masjid Al Huda dan kantor balai desa juga ikut tergenang. Genangan baru mulai surut sekitar pukul sembilan pagi, namun kami masih harus berjibaku membersihkan lumpur,” ujar Rudi Santoso, Rabu (11/2/2026).

Data Wilayah Terdampak: Ngampel Menjadi yang Terparah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mencatat banjir kali ini melanda sedikitnya empat kecamatan utama, yakni Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan.

Kecamatan Ngampel tercatat menjadi wilayah terdampak paling parah. Di Desa Rejosari, sekitar 600 rumah terendam air setinggi lutut orang dewasa. Sementara itu, di Desa Ngampel Kulon, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian satu meter yang merendam sedikitnya 350 rumah warga.

Di wilayah lain seperti Kecamatan Boja, banjir merendam beberapa kawasan perumahan seperti Permata Campurejo dan Bancar Cluster, meski dilaporkan relatif cepat surut. Di Kaliwungu Selatan, puluhan rumah di Desa Kedungsuren juga sempat terendam sebelum situasi berangsur membaik.

Pasar Srogo Lumpuh Total

Kondisi memprihatinkan juga terlihat di Kecamatan Brangsong, khususnya di kawasan Desa Sidorejo. Luapan sungai merendam akses utama di depan Pasar Srogo hingga setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini menyebabkan lumpuhnya roda perekonomian karena pedagang tidak bisa berjualan di area pasar.

0 Komentar