Warga Sidorejo, Muhammad Akib, menyebutkan banyak kendaraan warga yang mogok akibat nekat menerjang genangan air di jalan alternatif.
“Air mulai subuh masuk ke pasar, jalan alternatif, dan permukiman warga. Banyak kendaraan mogok. Pedagang terpaksa memindahkan lapak ke pinggir jalan karena area pasar tergenang hingga 30 sentimeter, sementara akses masuknya sendiri mencapai 70 sentimeter,” tegas Muhammad Akib secara lugas.
Hingga berita ini diturunkan, personel BPBD bersama aparat TNI/Polri terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan dan menyiagakan peralatan evakuasi jika terjadi banjir susulan. Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Blorong diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (fur)
