RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, secara resmi meresmikan gelar hasil-hasil pembangunan Kabupaten Kendal tahun anggaran 2025. Prosesi peresmian yang dipusatkan di Desa Kaligading, Kecamatan Boja, Kamis (12/2/2026), ditandai dengan pemukulan kentongan bambu serentak bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD.
Peresmian ini menjadi babak baru bagi infrastruktur di Kendal setelah sepanjang tahun 2025 pemerintah daerah berhasil menuntaskan puluhan proyek fisik strategis. Tidak tanggung-tanggung, total anggaran yang diserap untuk pembangunan ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 2,65 triliun hingga Rp 2,71 triliun.
Bupati Dyah Kartika menegaskan bahwa rampungnya 56 pekerjaan konstruksi ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pemerintah dan masyarakat. Ia pun menitipkan pesan agar aset yang telah dibangun dijaga bersama.
Baca Juga:Warga Bojongminggir Pekalongan Resah Warung Karaoke Berkedok Pecak Belut Diduga Jual Miras IlegalDinkes Kota Pekalongan Temukan 33 Kasus Kusta, Skrining Diperketat di Wilayah Banjir dan Lingkungan Kumuh
“Hasil pembangunan ini adalah bukti kerja bersama. Ada 56 pekerjaan konstruksi yang telah diselesaikan, dan lima proyek ditandai secara simbolis hari ini. Semua harus dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Bupati Dyah Kartika usai menandatangani prasasti peresmian.
Fokus Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Beberapa proyek vital yang kini sudah bisa dinikmati warga antara lain rekonstruksi Jalan Boja–Kaligading. Jalur ini diproyeksikan menjadi rute alternatif penting guna mengurai kemacetan saat arus mudik Lebaran 2026 mendatang.
Selain itu, Pemkab Kendal juga meresmikan rekonstruksi Jalan Desa Sendang Kucing–Larangan di Kecamatan Rowosari serta perbaikan Jembatan Rowosari–Kartika Jaya yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi warga pesisir.
Bupati meminta jajaran OPD untuk tidak cepat berpuas diri dan terus menyisir kebutuhan infrastruktur di tingkat akar rumput.
“Saya minta OPD turun langsung, mendata kebutuhan prioritas, mendengar aspirasi warga, dan menindaklanjutinya sesuai aturan. Pembangunan harus merata dan tepat sasaran,” ujarnya secara lugas.
Fondasi Ekonomi Masa Depan
Senada dengan hal tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, memaparkan sejumlah program lintas sektor yang telah rampung. Mulai dari pembangunan jaringan gas rumah tangga untuk 12.000 hunian, revitalisasi embung untuk pengairan sawah, hingga penguatan tanggul guna menangkal banjir.
