Potensi Kawasan Widuri Kendal Masuk Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis, Berdayakan Petani Lele dan Kelengkeng

Potensi Kawasan Widuri Kendal Masuk Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis, Berdayakan Petani Lele dan Kelengkeng
ABDUL GHOFUR PENGEMBANGAN KAWASAN - Koordinator Kawasan Widuri Pegandon, Muhammad Makmum, saat menyampaikan materi pada Workshop Pengembangan Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Produktif Widuri, Rabu (11/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan gizi nasional, tetapi juga menjadi peluang ekonomi strategis bagi masyarakat perdesaan di Kabupaten Kendal. Kawasan Produktif Widuri di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, kini tengah disiapkan untuk masuk ke dalam rantai pasok utama program tersebut.

Melalui Workshop Pengembangan Kawasan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar Rabu sore (11/2/2026), terungkap bahwa integrasi antara potensi pertanian lokal dengan dapur-dapur MBG dapat menciptakan kedaulatan ekonomi desa dari hulu ke hilir. Kawasan Widuri kini mulai menggeser fokus dari sekadar tanaman jagung menuju komoditas bernilai tinggi seperti kelengkeng, lele, hingga melon.

Koordinator Kawasan Widuri Pegandon, Muhammad Makmum, menegaskan bahwa keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menjadi pusat perputaran ekonomi bagi bahan baku lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Baca Juga:Warga Bojongminggir Pekalongan Resah Warung Karaoke Berkedok Pecak Belut Diduga Jual Miras IlegalDinkes Kota Pekalongan Temukan 33 Kasus Kusta, Skrining Diperketat di Wilayah Banjir dan Lingkungan Kumuh

“Kami melihat dapur MBG bukan sekadar tempat memasak, tetapi pusat distribusi ekonomi desa. Di situlah petani dan peternak bisa masuk dalam sistem yang berkelanjutan. Kalau petani masuk sistem ini, yang terbangun bukan hanya panen, tapi kedaulatan ekonomi,” ujar Muhammad Makmum di Pegandon, Rabu.

Diversifikasi Komoditas: Dari Kelengkeng Hingga Lele

Sejak 2021, Kawasan Widuri yang mengelola sekitar 1.400 hektare lahan Perhutani telah melakukan diversifikasi. Salah satu unggulannya adalah 125 pohon kelengkeng yang kini mulai berbuah dan siap menyuplai kebutuhan buah dalam paket makanan bergizi.

Makmum merinci bahwa potensi pasar di Kendal sangat menjanjikan dengan rencana pembukaan 140 dapur SPPG. Selain kelengkeng, sektor perikanan melalui budidaya lele serta peternakan ayam petelur dan pedaging juga terus diperkuat untuk memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah.

“Sekitar 20 pohon kelengkeng bisa menyuplai satu dapur MBG. Di Kendal direncanakan ada 140 dapur, artinya peluang pasarnya sangat besar. SPPG akan menyerap berbagai komoditas lokal, mulai dari beras, buah, sayur, ikan, ayam, hingga daging,” tambahnya secara optimistis.

Model Integrasi Ekonomi Berkelanjutan

Tenaga Ahli Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Ikhwanudin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah agar pengembangan kawasan produktif ini saling menguatkan. Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Wonosari, Mukhalil, menilai transformasi Kawasan Widuri telah membawa perubahan besar pada taraf hidup dan pola pikir masyarakat desa.

0 Komentar