RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, SD Muhammadiyah Kajen mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusianya. Melalui agenda Capacity Building yang digelar di RM GSP Gandarum, Kajen, Kamis (12/2/2026), sekolah ini berupaya mempertajam visi “SMART” serta mengadopsi metode pembelajaran Deep Learning.
Kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta, yang terdiri dari guru kelas, guru mata pelajaran, hingga staf kependidikan. Penyelarasan visi ini dinilai krusial agar seluruh lini operasional sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam mengemban misi pendidikan yang berkemajuan.
Kepala SD Muhammadiyah Kajen, Mustariadi, menekankan bahwa di tengah dinamika dunia pendidikan yang cepat berubah, kreativitas dan pembaruan kompetensi guru adalah sebuah keharusan agar sekolah tetap relevan.
Baca Juga:Warga Bojongminggir Pekalongan Resah Warung Karaoke Berkedok Pecak Belut Diduga Jual Miras IlegalDinkes Kota Pekalongan Temukan 33 Kasus Kusta, Skrining Diperketat di Wilayah Banjir dan Lingkungan Kumuh
“Melalui Capacity Building ini, kami ingin peningkatan dan kreativitas pendidik serta tenaga kependidikan selalu diperbarui. Guru harus terus update terhadap perkembangan metode pembelajaran, terutama konsep deep learning yang menuntut pemahaman mendalam dan bermakna bagi siswa,” ujar Mustariadi di lokasi kegiatan, Kamis.
Guru Sebagai Sosok Dai Intelektual
Selain aspek teknis pedagogik, agenda ini juga menjadi ajang penguatan ideologi Muhammadiyah. Pendidik di lingkungan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga mampu menjadi teladan spiritual bagi para siswanya.
Pakar pendidikan yang menjadi pemateri, Cahyono, menyebut bahwa beban tanggung jawab seorang guru di sekolah Muhammadiyah melampaui tugas mengajar di dalam kelas. Menurutnya, ada misi dakwah yang melekat pada profesi tersebut.
“Seorang guru Muhammadiyah bukan hanya sekadar profesi, tetapi sebagai amanah ideologi. Mereka adalah sosok profesional sekaligus dai intelektual yang bertugas mencetak kelahiran generasi beriman yang berilmu,” papar Cahyono dengan lugas.
Fokus pada Pembelajaran Mendalam
SD Muhammadiyah Kajen kini tengah serius mendorong pola pembelajaran yang sepenuhnya berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Konsep Deep Learning yang diusung bertujuan agar siswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu mengaitkan ilmu yang didapat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Agenda ini pun difungsikan sebagai momentum “pengisi daya” semangat juang (himmah) bagi para guru sebelum memasuki bulan puasa. Pihak sekolah berharap, dengan penguatan mental dan intelektual ini, para guru akan lebih dinamis dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang menarik.
