Urat Nadi Ekonomi, Peningkatan Jalan Poros Sukodono–Bulugede Kendal Masuk Skala Prioritas Musrenbang 2027

Urat Nadi Ekonomi, Peningkatan Jalan Poros Sukodono–Bulugede Kendal Masuk Skala Prioritas Musrenbang 2027
ABDUL GHOFUR TINJAU JALAN - Tim Bapperida Kendal bersama Lurah Sukodono, Kecamatan Kota Kendal melakukan peninjaun poros jalan Sukodono - Bulugede, Kamis (12/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) bergerak cepat menindaklanjuti usulan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) 2027. Fokus utama kini tertuju pada peningkatan Jalan Kabupaten Poros Sukodono, Kecamatan Kota Kendal menuju Bulugede, Kecamatan Patebon.

Pada Kamis, 12 Februari 2026, tim Bapperida melakukan peninjauan langsung ke titik lokasi guna memastikan urgensi pembangunan infrastruktur tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjamin setiap proyek fisik berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Program Bapperida Kendal, Lukman Sudwiatmoko, menegaskan bahwa ruas jalan ini memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi logistik dan akses utama layanan publik.

Baca Juga:Warga Bojongminggir Pekalongan Resah Warung Karaoke Berkedok Pecak Belut Diduga Jual Miras IlegalDinkes Kota Pekalongan Temukan 33 Kasus Kusta, Skrining Diperketat di Wilayah Banjir dan Lingkungan Kumuh

“Jalan Poros Sukodono–Bulugede ini merupakan urat nadi mobilitas masyarakat. Setiap hari dilalui pelajar, pekerja, petani, hingga pedagang. Karena itu, peningkatannya harus segera direalisasikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Lukman di sela peninjauan lapangan, Kamis.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Menurut Lukman, perbaikan jalan kabupaten bukan sekadar pembenahan aspal, melainkan upaya memperkuat konektivitas antarwilayah. Infrastruktur yang mumpuni diyakini akan mempercepat distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Selain aspek ekonomi, faktor keamanan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama. “Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seimbang dengan pengelolaan lingkungan. Perbaikan ini juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mempercepat waktu tempuh perjalanan,” tambahnya secara lugas.

Keluhan Warga di Musim Hujan

Kondisi di lapangan saat ini memang memerlukan perhatian serius. Lurah Sukodono, Etty Haryati, mengungkapkan bahwa kerusakan di sejumlah titik kian parah, terutama saat memasuki musim penghujan. Genangan air dan lumpur seringkali menutup badan jalan, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Etty berharap pemerintah daerah konsisten mengawal usulan ini hingga tahap realisasi fisik pada tahun anggaran 2027 mendatang.

“Kami berharap usulan ini menjadi prioritas. Jalan ini sangat vital bagi masyarakat, mulai dari anak sekolah sampai pelaku usaha kecil. Jika jalannya baik, aktivitas warga juga semakin lancar,” tegas Etty.

0 Komentar