Bunda Literasi Pekalongan Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan Digital dan Luncurkan Aplikasi PANDAWA

Bunda Literasi Pekalongan Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan Digital dan Luncurkan Aplikasi PANDAWA
ISTIMEWA FOTO BERSAMA - Para peserta kegiatan peningkatan kapasitas literasi digital bagi pemuda dan pelajar yang digelar Dinarpus Kota Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Tantangan era digital menuntut generasi muda untuk tidak sekadar mahir teknologi, tetapi juga kritis dalam mengelola informasi. Hal tersebut ditekankan oleh Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas literasi digital bagi pemuda dan pelajar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan, Minggu (22/2/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Taman Baca Cerdas Kelurahan Kuripan Kertoharjo ini menjadi wadah edukasi strategis guna memperkuat benteng pertahanan pemuda dari arus informasi yang tidak terkendali. Inggit memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Dinas Kearsipan dengan Perpustakaan Masyarakat PBM Cerdas Kertoharjo dalam menyelenggarakan program tersebut.

“Di era digital ini, anak-anak harus melek digital sekaligus literat, sehingga mampu menyaring berbagai informasi yang beredar. Generasi muda harus bersikap kritis terhadap potensi hoaks, manipulasi, maupun informasi yang tidak benar,” ujar Inggit Soraya di hadapan para peserta, Minggu.

Baca Juga:Ribuan BPJS PBI Pekalongan Dinonaktifkan Pusat, Dinsos P2KB Buka Jalur Reaktivasi Cepat Hanya 4 Hari!Menko Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Berdiri, Perkuat Pangan Mulai dari Kendal

Inovasi Digital Lewat Aplikasi PANDAWA

Puncak acara ini ditandai dengan peluncuran (launching) aplikasi PANDAWA, sebuah inovasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa STMIK Widya Pratama Pekalongan. Aplikasi ini dirancang untuk mendigitalisasi sistem pendataan dan pengelolaan perpustakaan agar lebih transparan dan efektif.

Inggit menilai kehadiran PANDAWA sebagai bukti nyata kreativitas anak muda Pekalongan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat. Aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan penghubung yang kuat antara perpustakaan masyarakat di tingkat kelurahan dengan perpustakaan daerah.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemuda-pemudi Kota Pekalongan yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki literasi kuat dan mampu menjadi agen perubahan. Kami berharap aplikasi PANDAWA dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Membangun Generasi Kritis di Tengah Arus Informasi

Keberadaan literasi digital dipandang bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan pokok. Dengan kemampuan literasi yang mumpuni, pelajar diharapkan mampu memanfaatkan internet untuk kegiatan produktif sekaligus mampu mengidentifikasi konten yang menyesatkan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Pekalongan Selatan, Lurah Kuripan Kertoharjo, serta para penggerak literasi setempat. Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus mendukung ruang-ruang kreatif bagi pemuda agar literasi digital tumbuh subur hingga ke tingkat akar rumput.

0 Komentar