RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Wakil Bupati Benny Karnadi, Kabupaten Kendal mencatatkan performa gemilang. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini berhasil membawa perubahan signifikan, terutama pada akselerasi ekonomi yang tumbuh melampaui angka provinsi dan nasional.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kendal pada triwulan III 2025 mencapai 8,84 persen (yoy). Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,42 persen. Sektor industri, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, menjadi motor penggerak utama dengan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp15,85 triliun, tertinggi di Jawa Tengah.
Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang impresif ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan memberikan dampak riil bagi masyarakat.
Baca Juga:Balon Udara Meledak Sebelum Terbang di Pekalongan, Empat Remaja Terluka Parah Kena Ledakan Petasan MautTragis! Bocah 3 Tahun di Kajen Pekalongan Tewas Terseret Arus Selokan Saat Bermain Hujan-hujanan
“Pertumbuhan ekonomi berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Tahun 2025 tingkat kemiskinan turun menjadi 8,40 persen dari sebelumnya 9,35 persen. Ini menunjukkan efektivitas program pemerintah daerah,” ujar Agus Dwi Lestari secara tegas dalam rilis capaian tahunan, Senin (23/2/2026).
Pengangguran Turun dan IPM Meningkat
Kesuksesan di sektor investasi juga berimbas pada penyerapan tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kendal menyusut ke angka 4,60 persen. Pemerintah daerah terus menggenjot serapan tenaga kerja melalui inovasi digital aplikasi Kendal Karir, pelatihan kerja intensif, hingga gelaran Kendal Job Fair 2025.
Sejalan dengan kemakmuran ekonomi, kualitas hidup warga Kendal yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut terdongkrak. Pada tahun 2025, IPM Kendal naik menjadi 75,07. Hal ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kesehatan strategis seperti Gedung Onkologi dan Laboratorium Kesehatan Daerah.
Fokus Infrastruktur dan Tantangan Masa Depan
Sepanjang tahun pertama kepemimpinan Dyah-Benny, sebanyak 63 paket tender infrastruktur senilai Rp97,4 miliar telah rampung. Beberapa proyek krusial di antaranya adalah rekonstruksi Jalan Boja–Kaligading dan penggantian Jembatan Wonosari–Kartikajaya yang menjadi urat nadi distribusi barang dan jasa.
Meski meraih berbagai capaian strategis, Agus mengakui bahwa jalan menuju Kendal yang benar-benar “Maju dan Sejahtera” masih menghadapi tantangan besar. Penanganan dampak bencana hidrometeorologi menjadi salah satu prioritas yang terus dievaluasi.
