RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tidak menjadi alasan bagi mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, Perpustakaan Unikal justru semakin ramai dikunjungi para mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat dan edukatif.
Alih-alih memilih lokasi nongkrong biasa, para mahasiswa ini memilih “literasi aktif” sebagai cara mengisi waktu senggang mereka. Perpustakaan kampus kebanggaan warga Pekalongan ini kini bertransformasi menjadi ruang publik yang sangat nyaman untuk berdiskusi maupun mengerjakan tugas akhir.
Kepala Perpustakaan Unikal, Niken Maharani Ayuningtyas, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung tetap stabil dan cenderung mengalami lonjakan di jam-jam tertentu menjelang sore hari.
Baca Juga:Oknum Dokter Spesialis di Pekalongan Diduga Aniaya dan Rudapaksa ART di Bawah Umur, Korban Alami TraumaDarurat Sampah di Batang Tembus 185 Ton Per Hari, DLH Desak Warga Pilah Sampah dari Rumah Tangga
“Kami melihat Ramadan bukan sebagai penghalang, tapi justru momen bagi mahasiswa untuk melakukan ‘literasi aktif’. Kami tetap memberikan layanan terbaik agar mereka merasa nyaman menjadikan perpustakaan sebagai lokasi ngabuburit yang produktif,” ujar Niken Maharani Ayuningtyas saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Fasilitas Digital Jadi Magnet Utama
Kenyamanan menjadi faktor kunci mengapa perpustakaan ini tetap eksis di tengah bulan puasa. Ruang baca yang sejuk dengan pendingin udara, akses internet nirkabel (Wi-Fi) berkecepatan tinggi, serta suasana yang tenang menjadi alasan utama mahasiswa betah berlama-lama di sini.
Tak hanya koleksi buku fisik, Perpustakaan Unikal juga memanjakan pemustaka dengan inovasi teknologi. Melalui aplikasi Sipustaka dan e-Unikal, mahasiswa dapat mengakses ribuan literatur digital secara mudah melalui smartphone mereka masing-masing.
“Dengan suasana yang kondusif, Perpustakaan Unikal sukses membuktikan bahwa budaya membaca tetap bisa berjalan beriringan dengan ibadah di bulan puasa,” tambahnya dengan optimis.
Budaya Literasi yang Terus Terjaga
Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan akademisi Unikal semakin meningkat. Perpustakaan tidak lagi dianggap sebagai gudang buku yang membosankan, melainkan pusat kreativitas dan inspirasi.
Pihak manajemen perpustakaan memastikan layanan operasional tetap berjalan optimal selama Ramadan untuk mendukung kebutuhan riset dan akademik mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga peningkatan kapasitas intelektual selama bulan suci ini. (mal)
