Berkah Ramadan 2026, Omzet Rambak Dwi Djaya Pegandon Melejit, Produksi Harian Tembus 750 Dus

Berkah Ramadan 2026, Omzet Rambak Dwi Djaya Pegandon Melejit, Produksi Harian Tembus 750 Dus
ABDUL GHOFUR PENGGORENGAN - Proses penggorengan dua kali menjadi salah satu tahapan produksi rambak kulit sapi dan kerbau Dwi Djaya di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kendal, Rabu (24/2/2026), sebelum selanjutnya memasuki tahap pengemasan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Momentum Ramadan 1447 Hijriah membawa berkah signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal. Salah satunya dialami oleh produsen kerupuk rambak “Dwi Djaya” di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, yang mencatatkan lonjakan pesanan tajam sejak awal bulan suci hingga memasuki pertengahan puasa tahun 2026.

Peningkatan permintaan ini memaksa rumah produksi rambak berbahan kulit sapi dan kerbau tersebut untuk memacu kapasitas produksinya. Guna menjaga ketersediaan barang, bahan baku kulit berkualitas didatangkan langsung dari berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Tuban, Pekalongan, hingga Kudus.

Pemilik usaha Dwi Djaya, Muhatadin, menegaskan bahwa meskipun volume produksi meningkat drastis, aspek kualitas dan higienitas tetap menjadi prioritas utama demi mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Baca Juga:Adu Banteng Honda Tiger vs L300 di Kajen Pekalongan: Pemotor Tewas, Polisi Sebut Keduanya Tak Memiliki SIMKeindahan alam Black Canyon

“Kami pastikan bahan baku pilihan dan prosesnya higienis, tanpa bahan pengawet maupun penyedap rasa, sehingga menghasilkan rasa gurih khas rambak Pegandon. Kualitas tidak boleh turun meski permintaan naik,” ujar Muhatadin saat ditemui di lokasi produksinya, Rabu, 25 Februari 2026.

Manajemen Produksi Tiga Shift

Demi mengejar target pasar, jadwal penggorengan diatur secara ketat dalam tiga waktu utama, yakni pagi hari, sore menjelang berbuka, serta malam hari setelah salat Tarawih. Strategi ini dilakukan agar produk yang sampai ke tangan konsumen selalu dalam kondisi fresh dan renyah.

Saat ini, rata-rata produksi harian Dwi Djaya mencapai 150 dus kemasan besar (500 gram) dan 600 dus kemasan kecil (250 gram). Sebanyak 12 pekerja dikerahkan untuk menangani seluruh proses, mulai dari pengolahan kulit mentah hingga pengemasan kedap udara.

“Kami ingin pelanggan puas dan terus percaya pada produk kami,” tambah Muhatadin mengenai komitmennya menjaga stabilitas harga di tengah tingginya permintaan pasar.

Primadona Oleh-Oleh Mudik

Selain melayani pembelian eceran secara langsung (offline), kerupuk rambak Dwi Djaya juga merambah pasar digital (online) untuk menjangkau konsumen di luar kota. Produk ini diprediksi akan terus diburu hingga masa arus mudik dan balik Lebaran mendatang sebagai buah tangan khas Kendal.

Kerenyahan rambak Pegandon memang sudah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu pelanggan setia, Fikri, mengaku tak pernah melewatkan camilan ini sebagai pendamping hidangan saat Ramadan.

0 Komentar