“Yang paling penting layanan, supaya masalah sampah di Kabupaten Pemalang bisa terselesaikan melalui hadirnya L-Energy Green Solutions di Pekalongan. Kalau nanti ternyata masih kurang, tadi sudah sepakat bagaimana caranya bisa kita kumpulkan supaya bisa kita bawa ke sini,” ungkap Anom.
Bukan TPA, Tapi Pengolahan Modern
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menjelaskan bahwa PSEL bekerja dengan sistem insinerator modern yang mirip dengan PLTU. Sampah yang masuk langsung diolah di dalam bunker tanpa adanya penumpukan terbuka yang memicu polusi bau.
Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, fasilitas ini diprediksi tidak hanya mampu melahap sampah harian, tetapi juga berpotensi menguras timbunan sampah lama di TPA yang sudah overload. Tahapan selanjutnya kini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memulai penyusunan feasibility study (FS).
Baca Juga:Berkah Ramadan 2026, Omzet Rambak Dwi Djaya Pegandon Melejit, Produksi Harian Tembus 750 DusAdu Banteng Honda Tiger vs L300 di Kajen Pekalongan: Pemotor Tewas, Polisi Sebut Keduanya Tak Memiliki SIM
Proyek aglomerasi Pekalongan Raya ini diharapkan menjadi pilot project nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi yang mandiri dan berkelanjutan. (way)
