RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak harus menunggu momentum bulan suci Ramadan. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh SD Muhammadiyah Qurrata Ayun Kota Pekalongan dalam membentuk karakter siswanya. Melalui program tadarus rutin yang dijalankan setiap hari, sekolah ini berupaya menjadikan interaksi dengan kitab suci sebagai napas harian bagi seluruh warga sekolah.
Program yang telah menjadi identitas sekolah ini dirancang secara sistematis untuk menyentuh seluruh lapisan, mulai dari siswa hingga tenaga pendidik. Setiap pagi, suasana spiritual yang tenang menyelimuti lingkungan sekolah sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Seluruh siswa diwajibkan mengikuti tadarus yang didampingi langsung oleh guru agama masing-masing.
Kepala SD Muhammadiyah Qurrata Ayun, Dewi Nurlita Kurniawati, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak didik sejak dini.
Baca Juga:Dekatkan Dokter Spesialis ke Desa, Program Speling di Gedong Kendal Targetkan Deteksi Dini PenyakitBasarnas Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, Helikopter Disiagakan di Kalikangkung Pantau Arus Mudik Trans Jawa
“Tadarus ini bukan hanya program musiman di bulan Ramadan, melainkan sudah menjadi pembiasaan harian. Untuk siswa, fokusnya adalah pembentukan karakter dan kelancaran membaca yang dibimbing langsung oleh guru agama,” ujar Dewi Nurlita Kurniawati saat memberikan penjelasan mengenai keunggulan program tersebut.
Keteladanan Guru Melalui Target Khataman
Tak hanya berhenti pada siswa, budaya religius ini juga diperkuat melalui keteladanan para guru. Setelah seluruh rangkaian KBM selesai dan siswa pulang, para tenaga pendidik berkumpul untuk melaksanakan tadarus bersama.
Berbeda dengan sesi siswa yang lebih bersifat pembiasaan, kelompok guru memiliki target khataman yang jelas. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan spiritualitas pribadi sekaligus memperkuat profesionalisme pendidik yang berbasis pada nilai-nilai agama. Kedekatan guru dengan Al-Qur’an diharapkan dapat tertular secara alami kepada para siswa di dalam kelas.
“Tadarus pagi menjadi cara kami mengawali hari dengan keberkahan. Kami ingin para guru juga menjadi teladan nyata bagi siswa, bukan sekadar memerintah, tetapi juga melakukannya dengan target spiritual yang terukur,” imbuhnya.
Mencetak Generasi Qur’ani
Program tadarus yang berkesinambungan ini merupakan bagian dari visi besar SD Muhammadiyah Qurrata Ayun untuk mencetak generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedekatan batin dengan Al-Qur’an. Pihak sekolah meyakini bahwa ketenangan spiritual yang didapat dari tadarus pagi akan berdampak positif pada fokus belajar siswa sepanjang hari.
