Sinergi SKB Pekalongan dan BBPMP Jateng, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nonformal yang Inklusif

Sinergi SKB Pekalongan dan BBPMP Jateng, Tingkatkan Mutu Pendidikan Nonformal yang Inklusif
ISTIMEWA KOLABORASI - Kunjungan koordinasi dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah dalam rangka penguatan pembelajaran dan pengembangan program pendidikan nonformal di SKB Kota Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas layanan bagi warga belajar. Terbaru, SKB Kota Pekalongan menerima kunjungan koordinasi dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah guna memperkuat sistem pembelajaran dan pengembangan program pendidikan nonformal.

Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, bersama jajaran pimpinan dan pendidik di lingkungan SKB Kota Pekalongan. Pertemuan strategis ini menjadi ajang diskusi mendalam mengenai transformasi pendidikan nonformal agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyatakan rasa terhormat atas atensi yang diberikan oleh otoritas penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi tersebut.

Baca Juga:Kendal Dicekam Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang Tutup Jalan, Petugas Evakuasi Hingga Jelang SubuhWali Kota Aaf Serap Aspirasi Warga di Masjid Al-Amin, Targetkan Pembangunan Sosial Kelar Tepat Waktu

“Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kunjungan dari pimpinan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah ke SKB Kota Pekalongan. Kehadiran ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kami dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan nonformal,” ujar Lisa Anggraeni dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Fokus pada Pendidikan Inklusif dan Adaptif

Lisa mengungkapkan bahwa saat ini BBPMP Jawa Tengah mulai memberikan perhatian besar pada jalur nonformal. Pendidikan kesetaraan kini tidak hanya dipandang sebagai alternatif, tetapi memiliki peran strategis dalam menyediakan akses belajar yang inklusif.

Proses pembelajaran di SKB diarahkan untuk lebih adaptif melalui asesmen awal, modifikasi strategi mengajar, hingga evaluasi yang berkeadilan bagi setiap individu peserta didik.

“Pendidikan kesetaraan perlu selaras dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga lulusan memiliki bekal yang aplikatif dan berdaya saing. Kami ingin memastikan pendidikan nonformal benar-benar menjadi ruang kesempatan kedua yang bermutu dan memberdayakan,” tegas Lisa secara lugas.

Pemisahan Jadwal untuk Layanan Maksimal

Sebagai langkah nyata, SKB Kota Pekalongan telah mengimplementasikan pengaturan layanan pembelajaran yang teratur. Pada pagi hari, sekolah difokuskan untuk Program Paket A inklusi dan Paket A reguler. Sementara itu, pada sore hari digunakan untuk Program Paket B dan Paket C.

0 Komentar