RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang tengah mematangkan persiapan untuk meluncurkan terobosan literasi terbaru bertajuk gerakan “Sak Minggu Sak Buku”. Inisiatif ini digadang-gadang menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai (gadget).
Rapat koordinasi pemantapan program ini digelar di Ruang Audiovisual Disperpuska Batang pada Selasa (10/3/2026). Program yang diinisiasi oleh Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari PKK, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga Komunitas Read Aloud.
Plt Kepala Disperpuska Batang, Puji Setyowati, mengungkapkan bahwa sasaran utama gerakan ini adalah anak-anak usia dini hingga kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Peran orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.
Baca Juga:Warga Bandengan Tak Lagi Kebanjiran, Kodim 0710 Pekalongan Rampungkan Jalan Rabat Beton Gang SengkuyungBulog Salurkan 2,4 Juta Ton Beras di Kendal, 122 Ribu Keluarga Terima Bantuan Pangan Hari Ini
“Program ini melibatkan orang tua yang memiliki anak usia PAUD hingga kelas 3 SD untuk membacakan cerita kepada anak. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan budaya literasi sekaligus mendorong anak lebih gemar membaca dibandingkan terlalu sering menggunakan gawai,” ujar Puji Setyowati.
Peresmian Kampung Literasi
Tak hanya sekadar gerakan membaca, Disperpuska juga bersiap meresmikan “Kampung Literasi” sebagai wadah fisik masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan secara lebih dekat. Sinergi antara gerakan membaca di rumah dan fasilitas di desa diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang kuat di Kabupaten Batang.
Peluncuran akbar kedua program ini dijadwalkan akan berlangsung pada 2 April 2026. Momen ini terasa spesial karena menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang.
Kolaborasi Lintas Instansi
Keberlanjutan program ini akan didukung penuh oleh Dispermades dalam menjangkau tingkat desa, serta Diskominfo untuk penyebarluasan informasi. Melalui gerakan “Satu Minggu Satu Buku”, Pemerintah Kabupaten Batang optimis karakter generasi emas yang gemar membaca dapat terbentuk sejak di dalam rumah.
Puji menambahkan bahwa membacakan nyaring (read aloud) oleh orang tua tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun ikatan emosional antara anak dan orang tua yang sering kali terputus akibat paparan layar digital yang berlebihan.
