BATANG – Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa kembali menjadi salah satu proyek strategis nasional yang mendapat prioritas tinggi.
Dalam peta awal pelaksanaannya, wilayah yang mencakup Pekalongan hingga bagian barat Kabupaten Batang ditetapkan sebagai lokasi yang akan lebih dahulu disentuh oleh program infrastruktur tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rizal Bawazier mengungkapkan, usulan pembangunan tanggul laut di sepanjang Pantura saat ini mengarah pada titik awal dari Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, hingga kawasan barat Kabupaten Batang.
Baca Juga:Warga Kota Pekalongan dan Batang Minta Pembatasan Truk Sumbu Tiga Diterapkan Secara KonsistenTNI Bentuk 2.068 Siswa SMK Bina Utama Bentuk Karakter Lewat Bintalsik, Ditutup Bupati Kendal
“Pekalongan itu kita mintanya nanti dari Ulujami sampai Batang Barat,” ujar Rizal Bawazier saat memberikan keterangan di Masjid At-Tanwir di Kabupaten Batang pada Jumat (3/4/2026).
Pria yang akrab disapa Pak RB ini mengakui bahwa wilayah Batang Barat menjadi salah satu kawasan yang paling terparah terkena dampak banjir rob (pasang air laut) serta abrasi yang terus meningkat intensitasnya dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun demikian, panjang pasti dari konstruksi tanggul laut di area Batang Barat masih dalam proses kajian teknis yang mendalam oleh tim terkait.
“Saya belum ngukur, tapi Batang Barat itu yang kemarin parah,” kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, merujuk pada kondisi lapangan yang sempat memprihatinkan akibat genangan air laut yang merendam permukiman dan lahan produktif warga.
Lebih lanjut, Rizal Bawazier menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall akan dilaksanakan secara bertahap dengan menerapkan sistem skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kerentanan wilayah.
Dalam konsep besarnya, tanggul laut tersebut direncanakan membentang panjang dari Provinsi Banten di ujung barat hingga Kabupaten Gresik di Jawa Timur. Namun, karena adanya keterbatasan waktu dan anggaran negara, pemerintah dinilai perlu menentukan titik-titik prioritas terlebih dahulu.
“Kalau kita tunggu semua selesai dari Banten sampai Gresik, Pekalongan kapan dapatnya? Makanya kita minta prioritas,” tegas Rizal.
Baca Juga:Wali Kota Sue Machi Jepang Jajaki Ekspor Kopi Kendal, Bawa Sampel Arabica–Robusta untuk Dibahas di NegaranyaRatusan Hektar Sawah di Kasepuhan Terendam Rob, Rizal Bawazier Desak Pembangunan Tanggul Pantura Dipercepat
Terkait kemungkinan perluasan proyek hingga ke wilayah Batang Timur, Rizal menyebut bahwa hal tersebut akan sangat bergantung pada tingkat keparahan dampak rob dan abrasi di lapangan.
