Kisah Inspiratif Sayuti Melik, Penjaga Sekolah Cetak Atlet Voli Berprestasi SMPN 1 Karanganyar Pekalongan

Kisah Inspiratif Sayuti Melik, Penjaga Sekolah Cetak Atlet Voli Berprestasi SMPN 1 Karanganyar Pekalongan
FOTO BERSAMA: Sayuti Melik, penjaga sekolah di SMPN 1 Karanganyar, foto bersama atlet voli binaannya. Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Riuh rendah sorak-sorai kemenangan tim bola voli putra dan putri SMP Negeri 1 Karanganyar dalam ajang bergengsi Sport Festival tingkat SMP dan MTs se-Jawa Tengah di GOR Welahan, Jepara, baru-baru ini ternyata menyisakan kisah yang super mengharukan. Siapa sangka, di balik draf kesuksesan para pelajar tersebut, ada peran magis dari seorang pria sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekolah.

Sosok pahlawan di balik layar itu bernama Sayuti Melik. Dengan modal ketulusan hati, tetesan keringat, dan kecintaan yang mendalam pada dunia voli, penjaga sekolah di SMPN 1 Karanganyar ini sukses menjungkirbalikkan prediksi dan mengantar anak-anak didiknya naik ke podium juara skala regional.

Dalam kompetisi ketat tersebut, tim voli putri SMPN 1 Karanganyar sukses menggondol trofi mentereng sebagai Juara 1 Putri, sementara tim putra berhasil mengamankan gelar Juara 3 Putra. Prestasi ini terasa sangat spesial dan bikin merinding, lantaran diraih di tengah keterbatasan draf dukungan finansial yang minim.

Baca Juga:Waspada Virus Hanta Menular Lewat Debu Kotoran Tikus, Dinkes Pekalongan Minta Warga Jaga Kebersihan RumahWajah Pusat Kota Rapit, Bupati Tika Bagikan Bantuan Tenda Seragam untuk PKL di Alun-Alun Kendal

Sayuti blak-blakan menuturkan bahwa keajaiban di lapangan voli tersebut murni lahir dari draf proses latihan panjang yang menguras fisik, serta mental baja yang dimiliki oleh para siswanya.

“Syukur Alhamdulillah kami bisa menjuarai kejuaraan bola voli tingkat SMP dan MTs dalam ajang Sport Festival di GOR Welahan Jepara baru-baru ini,” ujar Sayuti penuh emosional, Senin (25/5/2026).

Modal Swadaya dan Bayar Akomodasi Pakai Uang Patungan

Pria ramah ini mengaku sangat berterima kasih karena pihak manajemen sekolah masih mau mengulurkan draf bantuan untuk akomodasi tim, meski jumlahnya sangat terbatas karena keterbatasan pos anggaran.

Namun demi mimpi anak-anak, kekurangan biaya operasional latihan harian hingga urusan ongkos transport keberangkatan ke Jepara nekat ditutup melalui skema swadaya alias patungan dari kantong pribadi dan uang saku para siswa sendiri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah SMPN 1 Karanganyar yang telah memberikan sedikit dukungan untuk akomodasi kami. Selebihnya kami swadaya, dari kesadaran kami dan anak didik kami karena rasa antusias yang tinggi dari mereka,” katanya merinci perjuangan draf finansial tim.

0 Komentar