RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kabar kemunculan penyakit baru di tanah air sukses bikin gempar masyarakat belakangan ini. Menanggapi kepanikan publik, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat gerak cepat mengeluarkan imbauan keras agar warga meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap ancaman mematikan dari Virus Hanta alias Hantavirus.
Warga Pekalongan diminta langsung tancap gas membersihkan lingkungan rumah masing-masing dan memastikan hewan pengerat seperti tikus minggat dari dalam tempat tinggal.
Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh Sekretaris Dinkes Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati. Langkah antisipasi ini digencarkan menyusul beredarnya draf informasi terkait temuan kasus infeksi Virus Hanta di Indonesia yang sempat memicu kehebohan di jagat maya.
Baca Juga:Pertama Kali, Pendaftaran SPMB SD di Kabupaten Batang Resmi Online pada 2026 dan Larang Tes CalistungOknum Pengasuh Padepokan PA Buaran Pekalongan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pengacara Sebut Kiai Membantah
Menurut penjelasan dr. Indah, Virus Hanta merupakan penyakit bersumber binatang (zoonosis) yang dibawa oleh tikus. Namun, ia mewanti-wanti bahwa penyakit ini punya draf perbedaan mencolok dengan Leptospirosis yang selama ini akrab di telinga warga Pekalongan saat musim banjir rob.
Jika bakteri Leptospirosis menular lewat perantaraan air kencing tikus yang masuk melalui luka terbuka di kulit, maka Virus Hanta jauh lebih ngeri karena menyebar di udara bebas melalui partikel kotoran tikus yang mengering, bercampur dengan debu, lalu tanpa sengaja terhirup masuk ke draf saluran pernapasan manusia.
“Kalau Hanta ini dari kotoran tikus yang sudah kering, kemudian menjadi debu dan terhirup lewat saluran napas. Jadi gejalanya lebih dominan ke pernapasan, seperti batuk, pilek, dan sesak,” terang dr. Indah Kurniawati kepada awak media, Jumat (29/5/2026).
Fakta Jumlah Kasus Nasional dan Trauma Masa Lalu Covid-19
dr. Indah memaparkan draf data bahwa secara nasional akumulasi kasus Virus Hanta di Indonesia sebenarnya masih sangat minim dan terisolasi. Berdasarkan draf laporan Kementerian Kesehatan, baru ada tiga kasus yang sempat masuk radar identifikasi medis di tingkat pusat.
Dari jumlah tersebut, dua pasien dinyatakan sembuh total pasca-isolasi, sedangkan satu draf kasus lainnya dikonfirmasi negatif dari infeksi Hantavirus setelah melalui uji laboratorium klinis tingkat lanjut.
Meskipun belum ada temuan kasus di lokal daerah, masyarakat Pekalongan diminta jangan sampai lengah, apalagi Kota Batik ini tergolong wilayah dengan risiko tinggi penyakit berbasis lingkungan akibat faktor geografis yang langganan banjir.
