BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Persiapan menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang terus digenjot. Sebanyak 75 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) yang akan bertugas pada 17 Agustus mendatang kini memasuki tahap penyempurnaan formasi, dengan tingkat kesiapan yang telah mencapai sekitar 80 persen.
Tim pelatih saat ini memfokuskan latihan pada pembentukan formasi angka 81, yang akan menjadi salah satu atraksi utama saat upacara pengibaran Sang Merah Putih di Alun-alun Batang. Formasi tersebut sengaja dirancang untuk memperingati usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Pelatih Paskibraka Kabupaten Batang, Serka Muhammad Ramli, mengungkapkan bahwa seluruh peserta menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah menjalani pemusatan latihan secara intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:Program Sak Minggu Sak Buku di Batang Tumbuhkan Literasi dan Karakter Anak45 Ribu Kendaraan di Pekalongan Nunggak Pajak, Nilai Capai Puluhan Miliar
“Kesiapan sudah mencapai 80 persen. Sekarang kami fokus membentuk formasi angka 81 sesuai usia Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya di sela-sela latihan, Senin (3/8/2026).
Menurut Ramli, tantangan terbesar selama latihan berada pada proses keluar-masuk barisan saat membentuk formasi. Namun, berkat latihan yang disiplin dan berulang, para Capaska mulai mampu menampilkan gerakan yang lebih kompak dan rapi.
“Kendalanya memang pada perpindahan formasi. Tapi karena mereka telaten berlatih, sekarang sudah jauh lebih baik,” katanya.
Sebanyak 75 pelajar yang lolos seleksi ketat kini menjalani pemusatan latihan dengan jadwal yang padat. Tak hanya diasah kemampuan baris-berbaris, mereka juga dibekali pembinaan karakter, kedisiplinan, ketahanan fisik, hingga kesiapan mental agar siap menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan.
Ramli menambahkan, pengalaman menjadi anggota Paskibraka juga dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan para peserta. Menurutnya, banyak Purna Paskibraka yang kemudian melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, TNI, Polri, maupun perguruan tinggi negeri ternama.
“Setelah menjadi Purna Paskibraka, biasanya peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, TNI, Polri, maupun perguruan tinggi negeri juga semakin terbuka,” jelasnya.
Salah seorang Capaska, Zaza, mengaku bangga dapat melewati proses seleksi yang cukup panjang hingga akhirnya dipercaya menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Batang. Siswi SMA Negeri 1 Batang itu berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal mewujudkan cita-citanya menjadi dokter militer.
