Program Sak Minggu Sak Buku di Batang Tumbuhkan Literasi dan Karakter Anak

Program Sak Minggu Sak Buku di Batang Tumbuhkan Literasi dan Karakter Anak
NOVIA ROCHMAWATI. BACAKAN BUKU - Bunda Paud dan Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa M Faiz Kurniawan saat membacakan buku untuk siswa TK Negeri Pembina Warungasem beberapa waktu lalu.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Gagasan Program Sak Minggu Sak Buku yang digagas oleh Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa M. Faiz Kurniawan, mulai menunjukkan hasil nyata di kalangan anak usia dini.

Program yang telah diluncurkan oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan beberapa waktu lalu itu kini diterapkan di berbagai satuan pendidikan, salah satunya di TK Negeri Pembina Warungasem.

Melalui program ini, setiap anak membawa pulang satu buku bacaan setiap pekan untuk dibaca bersama orang tua di rumah. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi sejak dini sekaligus mempererat keterlibatan keluarga dalam proses belajar anak.

Baca Juga:45 Ribu Kendaraan di Pekalongan Nunggak Pajak, Nilai Capai Puluhan MiliarTP PKK Ajak Warga Ubah Jelantah Jadi Rupiah Lewat Gerakan Sirkular

Guru Kelas B3 TK Negeri Pembina Warungasem, Indah Lestari, mengungkapkan bahwa Program Sak Minggu Sak Buku memberikan ruang bagi anak untuk belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah bersama orang tua. Selama program berjalan, pihaknya melihat perubahan positif pada perilaku dan kemampuan anak-anak.

“Kami melihat anak-anak semakin antusias saat kegiatan bercerita di kelas. Mereka lebih percaya diri menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca bersama orang tua, berani bertanya ketika menemukan hal baru, serta mulai menyampaikan pendapat dengan bahasa yang lebih baik,” ujar Indah.

Menurutnya, setiap anak memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Namun secara umum, guru-guru di TK Negeri Pembina Warungasem melihat adanya peningkatan kemampuan berkomunikasi, bertambahnya kosakata, serta pemahaman anak terhadap isi cerita secara keseluruhan.

“Yang paling membahagiakan adalah ketika nilai-nilai dalam buku mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada anak yang mulai lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Artinya, buku bukan hanya menjadi sarana membaca, tetapi juga media membangun karakter,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan oleh para wali murid. Fitri, ibu dari Cahya, mengaku putranya mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak mengikuti Program Sak Minggu Sak Buku. Kemampuan mengeja dan intonasi membaca Cahya meningkat pesat.

“Alhamdulillah, Cahya mulai berusaha mengeja kembali setiap kalimat yang dibacakan. Intonasi suaranya semakin baik dan kosakatanya berkembang dengan sangat baik,” katanya.

0 Komentar