PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Pekalongan mengungkapkan data mengejutkan: sebanyak 45 ribu unit kendaraan bermotor di Kota Pekalongan tercatat menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). Tunggakan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini diperkirakan mencapai nilai puluhan miliar rupiah.
Guna menekan angka tunggakan sekaligus mengejar target pendapatan daerah, UPPD menggandeng Pemerintah Kota Pekalongan melalui program validasi dan pendataan objek pajak yang diberi nama Sengkuyung. Program ini diterjunkan hingga tingkat kelurahan untuk menjangkau wajib pajak secara lebih akurat.
Kasi Pelayanan Pajak Daerah pada UPPD Pekalongan, Arifin, menjelaskan bahwa target PKB untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp46,3 miliar. Sementara itu, target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dibidik sebesar Rp20,2 miliar.
Baca Juga:Kebakaran Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Sukorejo Ludes TerbakarFKIP Unikal Desain Ulang Kurikulum Berbasis AI, Gandeng Mitra ASEAN-Inggris
“Hingga akhir Juli 2026, realisasi PKB baru mencapai Rp20,9 miliar atau sekitar 45,2 persen dari target. Adapun BBNKB terealisasi Rp11,8 miliar atau 58,4 persen,” ujar Arifin saat ditemui di kantornya, Senin (3/8/2026).
Melalui program Sengkuyung, petugas akan mendatangi langsung alamat yang tertera pada data wajib pajak maupun lokasi keberadaan kendaraan. Langkah ini bertujuan melakukan klarifikasi, verifikasi, dan pendataan ulang guna memastikan kesesuaian data di lapangan.
Arifin berharap masyarakat bersikap kooperatif dengan memberikan informasi yang akurat saat didatangi petugas. Menurutnya, data yang valid sangat penting agar kondisi objek pajak dapat diketahui secara jelas dan memudahkan proses penagihan.
Ia juga mengimbau para pemilik kendaraan bermotor agar lebih disiplin dalam membayar kewajiban pajak. Pasalnya, PKB merupakan salah satu komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan di Kota Pekalongan.
“Membayar pajak adalah bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap pembangunan kota. Kami harap kesadaran ini terus tumbuh agar target pendapatan bisa tercapai dan manfaatnya dirasakan bersama,” pungkas Arifin. (way)
