PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar seminar internasional tahunan Knowledge Improvement Program (KIP) sebagai langkah strategis untuk merombak kurikulum secara besar-besaran.
Perubahan kurikulum mayor ini dilakukan untuk menjawab tantangan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru di dunia pendidikan tinggi.
Dekan FKIP Unikal, Susanto, S.S., M.Hum, menjelaskan bahwa restrukturisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan agar lulusan Unikal mampu bersaing di kancah global sekaligus mematuhi aturan hukum yang berlaku. Seminar KIP tahun ini mengangkat tema perancangan ulang kurikulum dengan mengadopsi kebijakan-kebijakan baru dan pemanfaatan AI.
Baca Juga:Mahasiswa KKN Ajak Siswa MI Salafiyah Kuripan Lor Belajar Pilah SampahBupati Kendal Ikuti Jamasan Soko Guru Masjid Agung, Simbol Lestarikan Warisan Wali Songo
“Seminar KIP adalah agenda rutin tahunan kami. Kali ini kami mengangkat tema tentang redesigning kurikulum, yaitu mendesain ulang kurikulum dengan kebijakan terbaru sekaligus mengadopsi AI,” ujar Susanto di sela-sela acara.
Menurutnya, penyesuaian ini dipicu oleh terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi (Permendikti) Nomor 10 Tahun 2026 yang membawa banyak perubahan struktural bagi kurikulum perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan harus mampu mengejar ketertinggalan dan memenuhi tuntutan zaman.
“Perkembangan sangat pesat, kita harus catch up dan memenuhi tuntutan tersebut, termasuk perkembangan AI yang juga harus kita ikuti,” tegasnya.
Sebagai bentuk benchmark atau penstandardan internasional, FKIP Unikal menghadirkan para pakar dari berbagai universitas ternama, baik dari dalam maupun luar kawasan ASEAN. Mitra yang terlibat antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Pertamina, Kalasin University (Thailand), An Giang University (Vietnam), Mariano Marcos State University (Filipina), hingga Universiti Nottingham (Inggris).
Melalui kolaborasi internasional ini, FKIP Unikal berharap memperoleh cetak biru atau blueprint mengenai kurikulum pendidikan calon guru di era digital. Susanto menambahkan bahwa masukan dari mitra luar negeri akan menjadi inspirasi bagi pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap AI, kebijakan baru, dan dinamika global.
Sementara itu, Rektor Unikal, Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi terjebak pada perdebatan klasik mengenai boleh atau tidaknya AI digunakan di lingkungan kampus. Menurutnya, kunci utama terletak pada literasi AI dan penegakan etika akademik.
