FKIP Unikal Desain Ulang Kurikulum Berbasis AI, Gandeng Mitra ASEAN-Inggris

FKIP Unikal Desain Ulang Kurikulum Berbasis AI, Gandeng Mitra ASEAN-Inggris
MALEKHA. FOTO- Civitas akademika Unikal berfoto bersama narasumber usai prosesi pembukaan acara
0 Komentar

“Kehadiran AI ini diskusinya bukan pada apakah harus digunakan atau dilarang, melainkan pada persoalan literasi AI-nya,” kata Andi.

Ia menjelaskan bahwa literasi AI yang sesungguhnya bukan sekadar kemampuan merangkai instruksi atau prompt, melainkan bagaimana berdialog dengan teknologi untuk mencipta, mengevaluasi, serta memahami konteks penggunaannya. Seluruh proses tersebut wajib dibingkai oleh moralitas akademik agar terhindar dari praktik kecurangan digital.

“Plagiasi, data yang tidak tervalidasi dan tidak terverifikasi menjadi isu penting dalam etika akademik. Itu harus dicatat dan menjadi perhatian serius,” cetusnya.

Baca Juga:Mahasiswa KKN Ajak Siswa MI Salafiyah Kuripan Lor Belajar Pilah SampahBupati Kendal Ikuti Jamasan Soko Guru Masjid Agung, Simbol Lestarikan Warisan Wali Songo

Lebih lanjut, Rektor Unikal memaparkan bahwa kesiapan guru dalam menghadapi AI terbagi menjadi empat level utama, mulai dari tahap pengguna (user), tahap tahu dan paham (know and understand), tahap menciptakan (create), hingga tahap tertinggi yaitu mampu mengevaluasi dan mengomunikasikan hasil luaran AI.

Seminar KIP ini diproyeksikan menjadi batu pijakan awal bagi Unikal untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke seluruh lini studi, tidak terbatas pada ranah teknologi saja. “AI tidak hanya hadir di dalam ilmu komputer, tetapi bagaimana AI hadir di setiap fakultas yang ada di Universitas Pekalongan,” pungkas Andi. (mal)

0 Komentar