RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya mengonsolidasikan harmoni sosioreligius masyarakat melalui dukungan terhadap aktivasi kebudayaan berbasis komunitas. Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menghadiri langsung festival malam takbiran bertajuk Tirto Night Festival yang dipusatkan di Lapangan Peturen, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa malam (26/5/2026).
Agenda berkala yang diintegrasikan dengan draf pawai takbir keliling tersebut dinilai menjadi instrumen penting, bukan sekadar sebagai draf perayaan hari besar keagamaan, melainkan juga sebagai ruang akomodasi kreativitas sekaligus wadah penguatan integrasi sosial antarwarga di tingkat tapak.
Dalam draf pidato kebudayaannya, Balgis Diab melayangkan apresiasi tinggi kepada jajaran kepanitiaan, otoritas kelurahan, serta para tokoh masyarakat Tirto. Pihak penyelenggara dinilai sukses mentransformasikan tradisi takbir keliling konvensional menjadi sebuah draf festival malam yang tertata, meriah, namun tetap mengedepankan aspek ketertiban umum.
Baca Juga:Libur Iduladha 1447 H, Penumpang di Stasiun Batang Melesat 88,4 Persen Menembus Angka 1.707 OrangWaspada Virus Hanta Menular Lewat Debu Kotoran Tikus, Dinkes Pekalongan Minta Warga Jaga Kebersihan Rumah
“Pawai takbir keliling yang dikemas dalam Tirto Night Festival ini sangat luar biasa. Kami mengapresiasi seluruh masyarakat Tirto karena kegiatan ini mampu menghadirkan suasana guyub rukun, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi sarana syiar Islam,” ujar Balgis Diab di hadapan draf massa peserta festival.
Representasi Solidaritas Sosial dan Syiar Kebudayaan
Balgis menganalisis bahwa indeks partisipasi masyarakat yang membeludak dalam draf perayaan ini mencerminkan struktur kohesi sosial yang kuat di Kelurahan Tirto. Keterlibatan lintas generasi—mulai dari klaster anak-anak, perwakilan pemuda, pengasuh keagamaan, hingga tokoh struktural warga—menjadi draf modal sosial yang penting bagi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota perempuan pertama di Pekalongan ini berharap draf manajemen festival di wilayah Tirto dapat direplikasi dan menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi 26 kelurahan lainnya di wilayah administrasi Kota Pekalongan.
“Insya Allah kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan. Semoga ke depan semakin banyak wilayah yang mengemas malam takbiran dengan kegiatan positif dan penuh kebersamaan,” kata Balgis menambahkan mengenai target perluasan draf syiar kreatif tersebut.
Berdasarkan draf pemantauan visual di jalur lintasan, jalannya pawai festival berlangsung semarak dengan menampilkan aneka draf ornamen hias bertema Islami hasil karya orisinil warga. Kumandang lantunan takbir yang bergema secara berkesinambungan di sepanjang rute konvoi berhasil mengonstruksi draf atmosfer malam Iduladha yang khidmat, inklusif, dan penuh dengan nilai kebersamaan. (nul)
