Lindungi Kawasan Pesisir, Rizal Bawazier: Wilayah Pekalongan hingga Batang Barat Prioritas Pembangunan GSW

Rizal Bawazier
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier.
0 Komentar

Apabila kondisi dinilai mendesak dan membahayakan aktivitas masyarakat serta ekonomi setempat, maka pembangunan tanggul dapat diperpanjang hingga ke kawasan timur Batang.

“Kalau memang harus diperpanjang sampai Batang Timur, nanti dilihat seberapa parahnya,” ujarnya.

Namun hingga saat ini, jadwal pasti untuk memulai konstruksi fisik proyek tanggul laut di Pantura tersebut belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Baca Juga:Warga Kota Pekalongan dan Batang Minta Pembatasan Truk Sumbu Tiga Diterapkan Secara KonsistenTNI Bentuk 2.068 Siswa SMK Bina Utama Bentuk Karakter Lewat Bintalsik, Ditutup Bupati Kendal

Rizal menegaskan bahwa meskipun proyek ini merupakan komitmen besar dari pemerintah pusat, prosesnya tetap harus dikawal bersama oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat dan wakil rakyat di daerah.

Ia juga mengakui bahwa kondisi fiskal nasional saat ini menjadi salah satu tantangan tersendiri. Pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, sehingga alokasi dana untuk proyek berskala besar seperti GSW harus diperhitungkan secara matang.

“Ini angka besar, apalagi sekarang anggaran diefisiensikan, tapi prinsipnya pemerintah ingin membantu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo juga telah mengusulkan secara resmi agar wilayah Pekalongan dimasukkan sebagai prioritas dalam pembangunan Giant Sea Wall tahap pertama. Usulan tersebut disampaikan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Dody menyoroti kondisi geografis Pekalongan yang sebagian wilayahnya saat ini sudah berada di bawah permukaan air laut, sehingga risiko banjir rob menjadi sangat tinggi.

“Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut, jadi perlu diprioritaskan,” ujar Dody dalam kesempatan terpisah.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini dinilai sangat krusial tidak hanya untuk melindungi permukiman dan lahan pertanian warga, tetapi juga untuk menjaga kelangsungan kawasan Pantura yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga:Wali Kota Sue Machi Jepang Jajaki Ekspor Kopi Kendal, Bawa Sampel Arabica–Robusta untuk Dibahas di NegaranyaRatusan Hektar Sawah di Kasepuhan Terendam Rob, Rizal Bawazier Desak Pembangunan Tanggul Pantura Dipercepat

Berdasarkan data yang tersedia, kawasan Pantura menyumbang sekitar 368,3 miliar dolar Amerika Serikat terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Dengan tingkat urgensi yang demikian tinggi, proyek Giant Sea Wall diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap bencana rob dan abrasi yang terus mengancam, sekaligus berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui perlindungan terhadap kawasan industri, pertanian, serta jalur distribusi logistik di sepanjang Pantura.

0 Komentar