Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Pemkab Kendal Perketat Pengamanan Jalur Pantura

Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Pemkab Kendal Perketat Pengamanan Jalur Pantura
ABDUL GHOFUR INSPEKSI - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, Dandim 0715 Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan melakukan inspeksi kendaraan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolres Kendal, Kamis (13/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal bergerak cepat mematangkan strategi guna menghadapi potensi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Jalur Pantai Utara (Pantura) yang membentang di wilayah Kendal diprediksi akan kembali menjadi titik simpul kemacetan akibat tingginya volume kendaraan pemudik lintas daerah.

Kesiapsiagaan ini ditekankan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat memimpin Apel Siaga Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Kendal, Kamis, 12 Maret 2026. Ia menginstruksikan seluruh elemen pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersinergi menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang,” tegas Dyah Kartika di hadapan peserta apel.

Baca Juga:Hari Pertama Mudik Lebaran 2026, Tembus 30 Ribu Kendaraan Lintas Tol Batang-SemarangSiap-siap! SPMB Online Pekalongan 2026 Tutup Total Jalur Siswa Titipan, Ini Aturan Barunya

Faktor Pemicu Mudik Lebih Awal

Meski proyeksi nasional menunjukkan sedikit penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya (146,4 juta orang), Dyah memperingatkan jajarannya untuk pantang lengah. Menurutnya, realitas di lapangan bisa berubah drastis akibat stimulus kebijakan pemerintah pusat yang memudahkan mobilitas masyarakat.

“Berbagai kebijakan seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere membuka peluang masyarakat mudik lebih awal dan dalam jumlah besar,” ujarnya secara lugas.

Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kendal ini akan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Merujuk pada data lintas sektoral, gelombang puncak arus mudik diprediksi jatuh pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Bupati juga mewanti-wanti para pemudik untuk mewaspadai ancaman cuaca ekstrem. Laporan BMKG memprediksi kondisi berawan hingga hujan lebat selama periode mudik yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Kesiapan Infrastruktur dan Pasukan Pengamanan

Merespons arahan tersebut, Kapolres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, memastikan pihaknya telah mendirikan pos-pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur arteri maupun tol.

“Pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” kata Hendry.

Tak hanya mengurai kemacetan, aparat gabungan juga diberi mandat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta memperketat penjagaan di pusat keramaian seperti masjid, tempat wisata, terminal, stasiun, hingga pelabuhan.

0 Komentar