Dampak Perang Iran vs Israel-AS terhadap Ekonomi Idul  Fitri

A Hakam Naja
Dr A Hakam Naja, Ekonom Indef.
0 Komentar

Pembangunan kilang minyak yang sudah lama tidak dilakukan, mesti segera diintensifkan untuk mewujudkan ketahanan energi.

Kedua, efisiensi APBN dengan memfokuskan anggaran yang langsung terkait pelayanan dasar kepada masyarakat, mengurangi pemborosan dan kebocoran.

Kegiatan seremonial, perjalanan dinas perlu dikurangi secara signifikan dan program bekerja dari mana saja (work from anywhere) di pemerintahan lebih efektifkan.

Baca Juga:Wisuda ke-40 TPQ Al Karomah Tirto Pekalongan Berlangsung Khidmat dan HaruBencana Datang Hak Kesehatan Perempuan dan Anak Jangan Hilang

Langkah pemotongan gaji dan tunjangan para pejabat menjadi salah salah satu wujud keseriusan pemerintah mengelola keuangan negara secara efisien dan produktif.

Akan lebih baik jika dimulai dari Presiden, Wakil Presiden, DPR, DPD, Menteri, Wakil Menteri, Kepala Lembaga, Wakil Kepala Lembaga, Pejabat Eselon I dan II.

Kebijakan ini akan menghemat dana APBN dan membangkitkan kekuatan serta solidaritas nasional di tengah ketidakpastian global

Ketiga, standar penyimpanan stok energi nasional versi IEA (International Energy Agency) minimal 90 hari. Jauh di atas kapasitas nasional kita saat ini yang hanya mencapai 20 hari.

Sementara dalam Peta Jalan Nasional pun akan dibangun fasilitas penyimpanan energi hanya sampai kapasitas 30 hari hingga tahun 2035, tentu ini sangat tidak memadai.

Pembangunan fasilitas cadangan penyimpanan energi (CPE) yang menjadi amanat Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2024 menghadapi kendala.

Aturan ini menegaskan bahwa fasilitas ini hanya bisa dibangun dengan dana APBN. Dengan keterbatasan dana pemerintah, kerjasama dengan swasta menjadi salah satu alternatif.

Baca Juga:Kisah Isra Mikraj yang Tidak Pernah Selesai DiceritakanCatatan untuk Saudara Ahnaf tentang MDH ala Bung Karno

Opsi ini perlu dikaji secara mendalam terkait dengan peran swasta dalam penyediaan fasilitas cadangan penyimpanan energi nasional yang vital dan strategis untuk kepentingan negara.

Tentu jika opsi ini diambil perlu dilakukan perubahan Perpres No. 96 Tahun 2024.

Keempat, pasca Idul Fitri ketahanan pangan merupakan hal penting untuk dicermati.

Selat Hormuz yang ditutup dikelilingi oleh negara-negara eksportir utama pupuk nitrogen seperti Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pupuk nitrogen diproduksi dari bahan dasar gas alam dan digunakan untuk tanaman pangan yang berkontribusi pada sekitar setengah suplai pangan global.

Kenaikan harga pangan dunia bisa terjadi jika krisis perang di Timur Tengah ini tidak segera berakhir.

0 Komentar