Awas Numpuk! Volume Sampah Lebaran 2026 di Kendal Naik 30 Persen, Pasukan DLH Kerja Ekstra

Awas Numpuk! Volume Sampah Lebaran 2026 di Kendal Naik 30 Persen, Pasukan DLH Kerja Ekstra
ABDUL GHOFUR MENUMPUK - Tumpukan sampah meluber dari kontainer di kawasan pasar, Selasa (24/3/2026) menunjukkan rendahnya kesadaran pengelolaan limbah serta perlunya penanganan cepat dari pihak terkait.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Momen perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026) di Kabupaten Kendal ternyata menyisakan pekerjaan rumah yang cukup berat. Lonjakan volume sampah pasca-Lebaran mencapai titik yang mengkhawatirkan. Tak main-main, hanya dalam kurun waktu dua hari setelah Lebaran (H+2), jumlah produksi sampah buangan masyarakat meroket hingga 30 persen!

Kondisi ini praktis memaksa jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal untuk putar otak dan bekerja ekstra keras. Peningkatan drastis ini dipicu oleh tingginya mobilitas arus mudik, tradisi silaturahmi, lonjakan konsumsi rumah tangga, hingga aktivitas pasar tradisional yang tetap sibuk beroperasi selama masa libur Lebaran.

Sekretaris DLH Kendal, Syaiful Huda, membenarkan bahwa situasi ini langsung menjadi atensi utama instansinya agar Kendal tidak berubah menjadi lautan sampah.

Baca Juga:Semarak Pekalongan Balloon Festival 2026, 79 Tim Bersaing Rebut Tiket Grand Final di Stadion HoegengNiat Takbiran Malah Putar Dangdut, Polisi Halau Truk Sound Horeg di Pekalongan

“Berdasarkan pantauan di seluruh TPS, terjadi kenaikan volume sampah sekitar 30 persen hingga hari kedua Lebaran. Ini dampak langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat,” tegas Syaiful Huda pada Senin (23/3/2026).

Pasukan Oranye Siaga Penuh Tanpa Libur

Menghadapi tumpukan sampah yang menggunung, DLH Kendal tak tinggal diam. Seluruh personel kebersihan alias “pasukan oranye” dikerahkan dan diinstruksikan untuk tetap siaga penuh tanpa mengenal kata libur.

Intensitas pengangkutan sampah dilipatgandakan. Armada truk pengangkut dioptimalkan untuk menyisir dan menjemput sampah di titik-titik krusial yang rawan penumpukan, seperti pasar tradisional, kawasan objek wisata, hingga jalur mudik yang padat merayap.

“Petugas kami tetap bekerja maksimal. Pengangkutan dilakukan lebih sering agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Syaiful Huda memastikan kesiapan timnya di lapangan.

Sentilan untuk Masyarakat: Jangan Cuma Buang!

Meski petugas sudah bekerja banting tulang, DLH Kendal menyadari bahwa armada dan tenaga manusia memiliki batas. Oleh karena itu, Syaiful Huda memberikan sentilan keras sekaligus ajakan kepada masyarakat agar ikut andil bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Ini langkah sederhana, namun sangat efektif untuk menekan lonjakan volume sampah saat Lebaran,” tegasnya.

0 Komentar