RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Lonjakan volume sampah yang luar biasa kembali melanda Kabupaten Batang menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026). Tak tanggung-tanggung, produksi sampah harian masyarakat meroket lebih dari dua kali lipat atau 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi darurat sampah ini memaksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang memutar otak dan bekerja ekstra keras. Seluruh petugas kebersihan yang akrab disapa “pasukan kuning” disiagakan penuh tanpa pandang bulu selama masa libur Lebaran demi menjaga estetika dan kenyamanan kota.
Kepala DLH Batang, Rusmanto, membeberkan bahwa lonjakan penumpukan sampah ini merata terjadi hampir di seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca Juga:Puncak Arus Balik 2026, One Way Arah Jakarta Resmi Berlaku di Tol Kendal, Pantauan Ramai LancarSemarak Pekalongan Balloon Festival 2026, 79 Tim Bersaing Rebut Tiket Grand Final di Stadion Hoegeng
“Laporan dari mandor TPA, biasanya sampah masuk sekitar 150 ton. Menjelang Lebaran ini, jumlahnya mambludak sampai 300 ton lebih,” ungkap Rusmanto memberikan data saat ditemui pada Jumat (20/3/2026).
Titik Rawan dan Strategi Pengalihan Armada
Peningkatan ekstrem ini paling mencolok terlihat di kawasan padat penduduk dan pusat perputaran ekonomi seperti pasar tradisional. Rusmanto mencontohkan, di kawasan Pasar Batang yang biasanya cukup ditangani dengan dua ritase (perjalanan) pengangkutan per hari, kini petugas harus bolak-balik hingga lima kali lipat.
“Kondisi serupa juga terjadi di titik kontainer dekat DPC PDI Perjuangan. Biasanya dua kontainer cukup, sekarang sudah penuh dan meluap. Terpaksa kami tambah dua dump truck untuk mengangkut sisanya,” jelasnya merinci kepelikan di lapangan.
Sebagai langkah taktis menekan penumpukan, DLH Batang menerapkan strategi subsistem silang. Armada pengangkut sampah dari kecamatan yang volume sampahnya lebih landai, seperti Kecamatan Bandar, dialihkan untuk menggempur tumpukan sampah di wilayah Kota Batang yang kian kritis.
Pasukan Kuning Hanya Libur Saat Salat Id
Meski seluruh armada dan personel telah dikerahkan maksimal, Rusmanto secara terbuka mengakui bahwa kecepatan ritase pengangkutan terkadang masih kewalahan mengimbangi laju produksi sampah rumah tangga yang meroket tajam.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pengangkutan sampah hingga tuntas,” terangnya meyakinkan warga.
