Petaka Petasan Jumbo Pekalongan, 2 Ledakan dalam 3 Hari, 1 Rumah Hancur & 1 Pelajar Tewas

Petaka Petasan Jumbo Pekalongan, 2 Ledakan dalam 3 Hari, 1 Rumah Hancur & 1 Pelajar Tewas
Petaka Petasan Jumbo Pekalongan, 2 Ledakan dalam 3 Hari, 1 Rumah Hancur & 1 Pelajar Tewas
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Pekalongan tahun ini diwarnai rentetan tragedi maut. Dalam kurun waktu tiga hari, dua ledakan dahsyat yang bersumber dari aktivitas perakitan petasan berukuran jumbo memakan belasan korban jiwa dan material. Tercatat, insiden ini merenggut satu nyawa, melukai sepuluh orang lainnya, serta meratakan satu unit bangunan rumah dengan tanah.

Ledakan Pertama: Palu dan Obeng Picu KehancuranTragedi bermula pada Sabtu dini hari, 21 Maret 2026, di Jalan Dr. Wahidin Noyontaan Gang 8A, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur. Sebuah rumah hancur lebur usai petasan raksasa yang tengah dirakit sekelompok warga meledak di tengah persiapan perayaan pasca-Salat Id.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, mengungkapkan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh kelalaian fatal saat proses pemadatan bubuk mesiu.

Baca Juga:Niat Takbiran Malah Putar Dangdut, Polisi Halau Truk Sound Horeg di PekalonganBeda Jadwal Lebaran 2026, Pedagang Bunga Tabur di Kendal Putar Otak Atur Stok

“Menurut keterangan saksi, salah satu korban melakukan pengisian obat petasan, kemudian dipadatkan dan dipukul menggunakan obeng minus serta palu. Sesaat kemudian terjadi ledakan yang mengakibatkan sekitar sembilan orang mengalami luka-luka,” ungkap AKP Setyanto membeberkan kronologi.

Dahsyatnya daya ledak membuat rumah tempat perakitan luluh lantak dan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah tetangga. Dari sembilan korban, empat di antaranya—RA (29), RB (22), TS (28), dan AK (26)—menderita luka berat berupa patah tulang hingga luka bakar serius mencapai 50 persen. Mereka kini dirawat intensif di RSUD Bendan dan RS Siti Khodijah. Lima korban lainnya mengalami luka ringan dan dirawat jalan.

Ledakan Kedua: Nyawa Pelajar SMP MelayangBelum tuntas kepolisian mengusut kasus pertama, ledakan kedua menggelegar pada Senin siang, 23 Maret 2026. Lokasi kejadian berada di sebuah kebun kawasan Kuripan Kidul Gang 2, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan.

Insiden ini merenggut nyawa seorang pelajar kelas 7 SMP berinisial MSA (14). Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat berjuang melewati lima jam masa kritis di RSUD Bendan. Jenazah almarhum telah dimakamkan pada Selasa siang, 24 Maret 2026.

Selain korban tewas, ledakan ini juga menyebabkan remaja berinisial MMS (17) dalam kondisi kritis dengan luka berat di bagian tangan. Nahasnya, satu remaja lain yakni MAA (14) yang sedang mencari burung dalam jarak 15 meter dari pusat ledakan, turut menjadi korban dan mengalami luka sobek pada kedua kakinya terkena serpihan.

0 Komentar