Serunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen Syawalan

Serunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen Syawalan
Serunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen Syawalan
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Ratusan warga memadati aliran Sungai Kecepak, Kabupaten Batang, guna mengikuti tradisi tahunan Langenan Ban. Di bawah terik matahari, masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga perantau yang sedang mudik—tumpah ruah meramaikan lomba susur sungai menggunakan ban bekas pada Senin, 23 Maret 2026.

Diikuti oleh sekitar 250 hingga 300 peserta, ajang ini tidak sekadar menjadi ajang adu cepat menuju garis finis. Lebih dari itu, perlombaan yang memperebutkan hadiah utama berupa dua ekor kambing ini menjadi sarana edukasi pelestarian lingkungan yang dikemas dengan penuh kegembiraan.

Ketua Panitia Langenan Ban, Muhammad Nasrul Fajar, menjelaskan bahwa aliran sungai yang digunakan sebagai lintasan lomba sejatinya merupakan sumber irigasi vital bagi warga setempat. Oleh karena itu, kampanye kebersihan menjadi pesan utama.

Baca Juga:Awas Numpuk! Volume Sampah Lebaran 2026 di Kendal Naik 30 Persen, Pasukan DLH Kerja EkstraPetaka Petasan Jumbo Pekalongan, 2 Ledakan dalam 3 Hari, 1 Rumah Hancur & 1 Pelajar Tewas

“Lewat kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak sejak dini untuk peduli dan menjaga kebersihan Sungai Kecepak, tidak membuang sampah sembarangan,” kata Nasrul saat ditemui di lokasi acara.

Geliatkan Ekonomi Lokal dan Daya Tarik Perantau

Dari tahun ke tahun, daya tarik tradisi Langenan Ban terus meningkat. Berkat sinergi panitia, para donatur, dan dukungan dari warga perantauan, hadiah yang diperebutkan semakin beragam. Selain dua ekor kambing, tersedia pula uang tunai jutaan rupiah hingga berbagai perabotan elektronik.

Tak hanya berdampak pada aspek sosial dan edukatif, perhelatan ini juga sukses menjadi katalisator penggerak roda ekonomi warga sekitar. Puluhan pedagang dadakan yang menjajakan kuliner hingga mainan tradisional bermunculan dan meraup untung dari padatnya pengunjung.

“Banyak pedagang yang ikut merasakan manfaatnya. Ini jadi cara kami menghidupkan potensi wisata air sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” tambah Nasrul Fajar.

Bagi warga yang merantau, Langenan Ban menjelma menjadi momen pulang kampung yang sangat dinantikan. Nisa, seorang perantau asal Tangerang, mengaku selalu menyempatkan diri untuk turun langsung ke sungai.

“Tahun lalu dapat kipas angin, sekarang mau ikut lagi, siapa tahu dapat kambing,” tuturnya sembari tersenyum.

0 Komentar