Lebih lanjut, Iptu Bono menyoroti persoalan sistem pengamanan di lokasi kejadian. Meski kawasan aliran Sungai Sengkarang tersebut merupakan area desa wisata yang dikelola secara resmi oleh pemerintah desa setempat, fasilitas pengawasan dan mitigasi keselamatan bagi pengunjung dinilai masih sangat minim. Padahal, karakter arus sungai di titik tersebut tergolong deras dan berisiko tinggi.
Oleh karena itu, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengunjung tempat wisata, agar senantiasa melipatgandakan kewaspadaan dan mengutamakan faktor keselamatan (SOP) saat beraktivitas di area perairan sungai terbuka. (had)
