“Biasanya peringatan Hari Jadi identik dengan kegiatan seremonial yang cukup meriah. Namun kali ini, Pemerintah Kota Pekalongan memilih kegiatan yang lebih sederhana dan bermanfaat, seperti khataman Al-Qur’an dan istighosah,” jelasnya.
Di usia yang ke-120 tahun ini, ia menitipkan harapan besar untuk kemajuan dan kesejahteraan warga Pekalongan.
“Kami berharap Kota Pekalongan ke depan semakin baik, masyarakatnya semakin rukun, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, serta kondisi ekonomi masyarakat tetap baik dan semakin meningkat. Selain itu, semoga keimanan dan ketakwaan masyarakat juga semakin kuat,” harapnya.
Baca Juga:Korban Koperasi BMJ Mengadu ke DPRD Kendal, Desak Usut Dugaan Keterlibatan Mora SandyCegah Penyalahgunaan! Kejari Pekalongan Musnahkan Barang Bukti 32 Perkara Inkracht, Ada Sabu & Ganja
Balgis menutup pernyataannya dengan pesan bahwa penghargaan ini adalah medium refleksi bagi semua pihak.
“Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.
Sebagai puncak seremoni, acara diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Pekalongan, Nusron. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada mantan Wali Kota Pekalongan ke-23, H.M. Saelany Machfudz, sebagai wujud nyata penghormatan atas pengabdiannya. (nul)
