RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Bencana banjir akibat jebolnya tanggul di Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kota Pekalongan, memaksa ratusan warga mengungsi dari tempat tinggal mereka. Merespons situasi darurat ini, Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan bergerak cepat guna memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi dengan baik.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Wildan Zuhad, mewakili Kepala Dinsos-P2KB Yos Rosidi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memfokuskan pelayanan pengungsi sejak hari pertama insiden terjadi. Ia mencatat gelombang evakuasi warga terus mengalami peningkatan yang signifikan selama akhir pekan lalu.
“Pada Jumat (27/3/2026), warga yang mengungsi baru tercatat sebanyak 45 jiwa di Kantor Eks Kraton Kidul. Namun, angkanya melonjak drastis hingga mencapai 254 jiwa pada Minggu (29/3/2026) sore,” jelas Wildan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).
Baca Juga:Pasca Dibakar Massa! Gedung Wali Kota Pekalongan Mulai Dibangun, Target Rampung September 2026Senggolan Berujung Maut di KIK Kendal, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk
Seiring bertambahnya jumlah warga terdampak, penyebaran lokasi evakuasi pun diperluas. Saat ini, ratusan penyintas tersebut tersebar di empat titik posko pengungsian utama, yakni Kantor Eks Kraton Kidul, Kantor Kelurahan Pasir Kraton Kramat, TPQ Madinatul Ulum, dan Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.
Prioritas Logistik dan Kesehatan
Dalam penanganan masa tanggap darurat ini, ketersediaan suplai makanan menjadi prioritas utama. Dinsos-P2KB memastikan jatah makan tidak hanya didistribusikan kepada warga di posko pengungsian, tetapi juga dialokasikan bagi para relawan yang tengah berjibaku memperbaiki kerusakan tanggul.
“Kebutuhan makan pengungsi kami support penuh, termasuk untuk relawan yang kerja bakti dalam penanganan tanggul. Pada hari Minggu saja, kami telah menyalurkan 749 porsi makanan siap saji,” tegas Wildan.
Selain menjamin pasokan logistik pangan, mitigasi risiko penyakit di lokasi pengungsian turut menjadi perhatian serius jajaran pemerintah daerah. Dinsos-P2KB menerapkan sistem pendataan berlapis dan berkolaborasi secara lintas sektoral untuk memastikan intervensi kesehatan berjalan tepat sasaran, terutama bagi kelompok usia rentan seperti balita dan lansia.
“Untuk obat-obatan, kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan agar seluruh titik pengungsian dipantau ketat. Kami juga telah meminta pihak kelurahan untuk segera mendata kategori usia pengungsi secara rinci,” pungkasnya. (nul)
