Bagi yang dapat ikan non-target pun tak perlu gigit jari. Juara pertama diganjar uang tunai Rp 1 juta, disusul Rp 500 ribu untuk juara kedua, dan Rp 300 ribu untuk juara ketiga.
“Selain itu, panitia juga menyediakan doorprize utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat terbaru, serta berbagai hadiah menarik lainnya,” ungkap Aaf.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Seno Aji Wicaksono, membenarkan bahwa target peserta sukses terlampaui.
Baca Juga:THR 2026 di Pekalongan Cair 100 Persen, Dinperinaker Catat Nol Pengaduan dari PekerjaPetugas Palang Pintu KA di Batang Resmi Tersangka, Lalai Berujung Pengendara Motor Tewas Tertabrak
“Peserta sudah mencapai 1.000 lebih. Target kami di kisaran angka tersebut dan alhamdulillah sudah tercapai,” paparnya.
Seno menegaskan, penilaian utama untuk merengkuh gelar juara dihitung dari bobot ikan yang paling berat. “Kategori yang dipertandingkan adalah ikan kakap barramundi, dengan penilaian berdasarkan berat ikan terberat,” jelasnya.
Terkait pergeseran waktu lomba menjadi siang hari, Seno blak-blakan bahwa hal itu demi menegakkan fair play dan menjaga keamanan.
“Tahun ini kita coba siang hari untuk meminimalisir potensi kecurangan, serta meningkatkan keamanan, terutama di area parkir. Tahun lalu sebenarnya aman, tapi kita ingin lebih kondusif lagi,” pungkas Seno. (nul)
