Saat ini, Pemkab Batang tengah menyiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang nantinya akan memikul tanggung jawab penuh dalam mengelola fasilitas tersebut.
“Setelah dibangun pusat, pengelolaannya akan diserahkan ke daerah. Kami harus siap dari sisi operasional,” tegas Bagus.
Nantinya, residu hasil pengolahan sampah dari fasilitas TPST ini akan disalurkan dan dimanfaatkan oleh pihak industri, salah satunya dikerjasamakan dengan produsen semen, Indocement. Kehadiran TPST Sentul diyakini akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai benang kusut darurat sampah, khususnya di kawasan Batang bagian timur. (fel)
