Tekan Kematian Ibu dan Bayi, RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK
Istimewa PERKUAT - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan terus memperkuat jejaring rujukan PONEK.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, Kabupaten Pekalongan, terus melakukan berbagai langkah strategis guna menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satu upaya utamanya adalah dengan memperkuat jejaring rujukan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).

Langkah proaktif ini dikemas melalui program pelatihan dan sosialisasi yang turut menyasar upaya penurunan angka prevalensi stunting (tengkes) dan wasting (gizi buruk) di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh perwakilan tenaga kesehatan dari 20 puskesmas. Setiap puskesmas mendelegasikan satu orang bidan dan satu ahli gizi (nutrisionis). Tujuannya tak lain untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi medis terkait tata laksana sistem rujukan kegawatdaruratan pada ibu dan bayi.

Baca Juga:THR 2026 di Pekalongan Cair 100 Persen, Dinperinaker Catat Nol Pengaduan dari PekerjaPetugas Palang Pintu KA di Batang Resmi Tersangka, Lalai Berujung Pengendara Motor Tewas Tertabrak

Direktur RSUD Kraton, dr. Henny Rosita, memaparkan bahwa PONEK merupakan pilar utama dalam sistem layanan gawat darurat terpadu yang beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani ibu hamil, ibu bersalin, serta bayi baru lahir.

PONEK dirancang untuk mengintegrasikan layanan dasar di tingkat puskesmas dengan fasilitas lanjutan di rumah sakit. Dengan sinergi tersebut, setiap komplikasi medis diharapkan dapat tertangani secara cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Optimalisasi Sistem SISRUTE

Dalam teknis pelaksanaannya di lapangan, sistem rujukan tidak dilakukan secara manual, melainkan terintegrasi melalui aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Transformasi digital ini krusial untuk memastikan kesiapan fasilitas dan sumber daya rumah sakit rujukan sebelum pasien gawat darurat diberangkatkan.

“Sistem ini akan lebih efektif untuk meminimalkan keterlambatan penanganan kasus kegawatdaruratan,” ujar dr. Henny Rosita memberikan penegasan.

Adapun kriteria kedaruratan medis yang masuk dalam penanganan rujukan PONEK meliputi berbagai kondisi obstetri dan neonatal yang mengancam jiwa. Kasus tersebut di antaranya adalah perdarahan hebat, eklampsia (kejang kehamilan), hingga kondisi gawat janin.

Sebagai fasilitas rujukan PONEK, RSUD Kraton telah menyiagakan tim medis multidisiplin yang komprehensif. Tim ini diperkuat oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan), spesialis anak, hingga spesialis anestesi. Seluruh penanganan didukung penuh oleh fasilitas medis vital, seperti ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Intensive Care Unit (ICU).

0 Komentar