RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Sebanyak tujuh pelajar tingkat menengah atas (SMA) diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Mereka terjaring razia lantaran kedapatan keluyuran dan nongkrong di fasilitas umum pada saat jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tengah berlangsung, Rabu (8/4/2026). Operasi penertiban pelajar bolos ini difokuskan pada dua titik wilayah, yakni di Kecamatan Kajen dan Kecamatan Bojong.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Kasi Dalops) Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Andri Setyoko, membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil sebagai bentuk upaya preventif pemerintah daerah dalam menegakkan ketertiban umum sekaligus menekan potensi kenakalan remaja di luar lingkungan sekolah.
Baca Juga:Tebing Petungkriyono Longsor Mendadak Tanpa Hujan, Akses Jalan Desa di Pekalongan Sempat LumpuhMeriahkan HUT ke-120 Pekalongan, SDN Podosugih 01 Tanamkan Karakter Siswa Lewat Lomba Edukatif
“Razia ini merupakan bagian dari pengawasan rutin. Kami menemukan sejumlah pelajar yang berada di tempat umum saat jam sekolah,” ujar Andri memberikan keterangan, Rabu.
Pembinaan dan Pemanggilan Orang Tua
Terhadap ketujuh pelajar yang terjaring razia, petugas Satpol PP langsung membawa mereka untuk dilakukan pendataan identitas. Setelah itu, para siswa diberikan pembinaan secara terarah agar tidak mengulangi perbuatannya.
Sebagai efek jera dan tindak lanjut edukasi, Satpol PP Kabupaten Pekalongan juga langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah asal para siswa, serta memanggil orang tua atau wali murid masing-masing.
Melalui penertiban ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengimbau dengan tegas agar seluruh peserta didik disiplin dan tidak meninggalkan area sekolah selama jam pelajaran berlangsung tanpa izin resmi. Para pelajar ditekankan untuk menjauhi aktivitas nirfaedah yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Andri menegaskan bahwa patroli dan pengawasan terhadap pelajar yang membolos tidak akan berhenti pada operasi kali ini saja. Pihaknya akan terus menyisir titik-titik rawan yang kerap disalahgunakan.
“Adapun kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan di tempat-tempat berbeda,” pungkas Andri menegaskan komitmen penegakan ketertiban.
