Habiskan Rp 100 Juta, Bupati Kendal Resmikan Tugu Tani Reborn Simbol Kebanggaan Pahlawan Pangan

Habiskan Rp 100 Juta, Bupati Kendal Resmikan Tugu Tani Reborn Simbol Kebanggaan Pahlawan Pangan
ABDUL GHOFUR BANGGA - Tugu Tani Reborn kebanggaan warga Desa Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal yang diresmikan pada Rabu (8/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, secara resmi meresmikan monumen “Tugu Tani Reborn” di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, pada Rabu, 8 April 2026. Peresmian yang ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti ini dikukuhkan sebagai simbol penghormatan dan kebanggaan bagi profesi petani di wilayah setempat.

Kepala Desa Sendangdawung, Marbono, memaparkan bahwa tugu tersebut bukan sekadar pajangan atau bangunan fisik semata, melainkan memiliki muatan filosofis yang mendalam tentang kehidupan agraris warga desa.

Proses pembuatan monumen ini memakan waktu selama tiga pekan, dikerjakan langsung oleh seniman asal Wonosobo, Rejo Arianto, dengan menelan biaya pembangunan mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga:Dana Nasabah Macet, Polres Kendal Usut Koperasi BMJ yang 2 Tahun Tak Gelar RATAsyik Nongkrong Saat Jam Belajar, 7 Pelajar di Pekalongan Terjaring Razia Satpol PP

“Gagang cangkul melambangkan kekuatan batin dan kendali diri; bilah atau pelat besi mencerminkan tenaga dan interaksi dengan alam. Secara keseluruhan, cangkul adalah simbol kehidupan agraris yang harmonis, kerja keras, kesabaran, sekaligus ikon perjuangan hidup sederhana tapi bermartabat,” ujar Marbono menguraikan filosofi tugu tersebut.

Makna mendalam yang disematkan pada tugu itu mendapat apresiasi positif dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Ia menilai bahwa keberadaan ikon baru ini mampu menjadi pemompa semangat bagi warga Sendangdawung, di mana 85 persen penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani.

“Filosofi ini sangat bermakna dan tentunya akan memberikan keberkahan. Ini bukan sekadar patung, tetapi mampu memberi semangat kepada seluruh warga Sendangdawung sebagai pahlawan yang berkontribusi untuk ketahanan pangan. Apalagi Jawa Tengah di 2026 bercita-cita menjadi lumbung pangan nasional,” kata Dyah menegaskan peranan vital petani.

Dalam momentum peresmian tersebut, Bupati juga memberikan pujian atas tingkat produktivitas panen padi di Desa Sendangdawung yang tercatat berhasil melampaui angka rata-rata nasional. Ia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan visi kemandirian pangan.

Turut hadir menyaksikan peresmian ikon baru desa ini antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kangkung, perwakilan paguyuban kepala desa, serta para tokoh masyarakat setempat. (fur)

0 Komentar