“Kami belum berani menaikkan harga meskipun harga plastik sudah naik,” curhat Nabila.
Padahal, biaya cup plastik ukuran raksasa 22 oz, kantong kresek penenteng, hingga gulungan plastik penutup (sealer) semuanya kompak naik harga. Hal ini bikin para pelaku usaha berada dalam posisi maju kena mundur kena.
“Sudah ada yang mulai menaikkan harga atau mengatur strategi penjualan, tapi kami masih bertahan,” bebernya pasrah melihat situasi.
Baca Juga:Cegah Gagal Panen Imbas Longsor, Petani Gondoharum Kendal Rawat Irigasi Lewat Tradisi DawuhanAwas Offside! DPRD Ingatkan Plt Bupati Pekalongan Tak Bisa Asal Mutasi Pejabat & Pakai Mobil G1
Fenomena lapak es teh jumbo sendiri memang tengah mewabah pesat di berbagai kecamatan di Kendal. Bisnis yang berkiblat dari tren ‘Es Teh Jumbo Kota’ asal Kabupaten Blora ini kini menaruh harapan penuh agar harga plastik di pasaran bisa kembali waras dan stabil. Dengan begitu, roda usaha wong cilik tetap bisa berputar manis tanpa harus mencekik kantong para konsumen. (fur)
