Keren! KEK Industropolis Batang Siapkan Hotel, Mal, Bioskop hingga Lapangan Golf

KITB akan diarahkan menjadi kota terpadu dengan fasilitas komersial hingga destinasi wisata.
Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan (tengah) saat dimintai keterangan awak media.
0 Komentar

BATANG – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan akselerasi. Tak hanya fokus pada sektor industri, kawasan ini mulai diarahkan menjadi kota terpadu dengan fasilitas komersial hingga destinasi wisata.

Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan pengembangan kawasan komersial di sisi barat area industri.

Sejumlah fasilitas modern akan dibangun, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, bioskop, hingga sarana rekreasi seperti taman hiburan, lapangan golf, dan arena pacuan kuda yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Batang Terapkan Antrean Online, Klaim Tak Perlu Antre LamaPipa Bocor Picu Air Keruh, PAM Batang Pastikan Hanya Sementara

“Melalui pengembangan kawasan komersial ini, KEK Industropolis Batang diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri nasional, tetapi juga kawasan modern yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, berbagai proyek strategis juga mulai digarap. Di antaranya pembangunan pelabuhan darat (dry port), kawasan hunian pekerja, hingga pengembangan destinasi wisata terpadu.

Ngurah menyebut, fasilitas asrama pekerja ditargetkan mulai bisa digunakan dalam waktu dekat dan rencananya akan diresmikan oleh Rosan Roeslani.

“Peletakan batu pertama sudah dilakukan dua tahun lalu, dan kini siap difungsikan,” katanya.

Untuk mendukung konektivitas logistik, KITB juga menyiapkan pembangunan dry port yang akan segera memasuki tahap groundbreaking. Proyek ini akan dikerjakan melalui kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia dan Pelindo.

Pengembangan dry port tersebut akan terintegrasi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di atas lahan sekitar 50 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas terpadu, tidak hanya industri tetapi juga hunian dan fasilitas publik.

“Batang kami rancang bukan sekadar kawasan industri, tapi kota lengkap tempat orang bisa tinggal dan beraktivitas,” jelasnya.

Baca Juga:Employee Volunteering, BPJS Ketenagakerjaan Batang Turun ke Jalan Bagikan TakjilTanggapi OTT Fadia Arafiq, Bupati Faiz: Hormati Proses Hukumnya

Tak berhenti di situ, sektor pariwisata juga menjadi perhatian. KITB tengah menyiapkan pembangunan lapangan golf 27 lubang yang ditargetkan beroperasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Selain itu, konsep waterfront city juga mulai dikaji untuk memperkuat kawasan pesisir. Rencana tersebut mencakup pembangunan pulau buatan sebagai pelindung pelabuhan dari gelombang laut.

“Kami sedang mengajukan izin reklamasi untuk membangun dua pulau baru sebagai pelindung pelabuhan,” tegas Ngurah.

0 Komentar