RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Ribuan pelajar dari Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Batang berhasil mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Mereka sukses menampilkan Tari Babalu secara massal di Lapangan Dracik Kampus pada Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan unjuk kebolehan ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah, sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, yang turut larut menari bersama para pelajar, mengungkapkan bahwa pemecahan rekor ini tidak sekadar pentas seni, melainkan dipadukan dengan gerakan peduli lingkungan.
Baca Juga:Harga Plastik Meroket Bikin UMKM Kendal Menjerit! Bakul Es Teh Jumbo Galau, Katering Terpaksa Naikkan HargaKasus Koperasi Bodong di Batang, 16 Pedagang Lapor Polisi, Pengawasan Disperindagkop Disorot Tajam
“Hari ini kami menari Babalu massal bersama 1.000 pelajar sekaligus memecahkan rekor dan mengumpulkan 10 ribu liter minyak jelantah,” ujar Faiz di lokasi acara.
Faiz menambahkan bahwa perhelatan akbar ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah dalam merawat tradisi. “Ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus pengakuan terhadap kekayaan seni khas Batang,” katanya menegaskan.
Inovasi Minyak Jelantah Menjadi Avtur
Terkait aksi massal pengumpulan barang sisa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, memaparkan bahwa program minyak jelantah tersebut diinisiasi oleh kader PKK tingkat desa dan mendapat dukungan penuh dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Minyak jelantah ini kami olah bekerja sama dengan mitra menjadi avtur yang ramah lingkungan,” kata Faelasufa memberikan penjelasan.
Pencapaian rekor ini disambut penuh rasa haru oleh pencipta Tari Babalu, Suningsih. Ia menyatakan kebanggaannya melihat karyanya diapresiasi secara masif oleh masyarakat luas. “Saya sangat bahagia karena Tari Babalu bisa masuk rekor MURI. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang telah ikut melestarikan budaya ini,” ujarnya.
Antusiasme dan kebanggaan serupa juga dirasakan oleh para pelajar yang menjadi motor utama pemecahan rekor tersebut. Aliya, siswi dari SMPN 3 Batang, mengaku tak menyangka bisa menjadi bagian dari sejarah kesenian daerahnya.
“Senang sekali bisa ikut memecahkan rekor. Semoga Tari Babalu semakin dikenal luas,” ungkap Aliya.
Baca Juga:Cegah Gagal Panen Imbas Longsor, Petani Gondoharum Kendal Rawat Irigasi Lewat Tradisi DawuhanAwas Offside! DPRD Ingatkan Plt Bupati Pekalongan Tak Bisa Asal Mutasi Pejabat & Pakai Mobil G1
Hal senada turut disampaikan oleh Calista, siswi SMPN 6 Batang. Ia berharap kelestarian tarian khas daerah ini dapat terus terjaga lintas generasi. “Bangga bisa tampil bersama ribuan penari. Semoga Tari Babalu tetap lestari dan dikenal hingga luar daerah,” tuturnya memungkasi. (nov)
