Lawan Abrasi Pantai, Bupati Tika Bareng TNI Tanam Serentak 1.500 Bibit Mangrove di Pesisir Patebon Kendal

Lawan Abrasi Pantai, Bupati Tika Bareng TNI Tanam Serentak 1.500 Bibit Mangrove di Pesisir Patebon Kendal
ABDUL GHOFUR JAGA PESISIR - Bupati Kendal bersama TNI dan masyarakat menanam 1.500 mangrove di Patebon, memperkuat pembinaan teritorial sekaligus menjaga pesisir dari abrasi dan kerusakan lingkungan, Senin (25/5/2026).
0 Komentar

Tika menaruh harapan besar agar masyarakat Kecamatan Patebon bisa menjadi garda terdepan sebagai mata dan telinga dalam menjaga benteng pelindung alami tersebut dari tangan-tangan jahil yang merusak lingkungan.

Kolaborasi Maut Pemkab dan TNI Demi Selamatkan Generasi Masa Depan

Di tempat yang sama, aksi peduli lingkungan ini mendapat apresiasi setinggi langit dari markas besar TNI. Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Infrastruktur, Brigadir Jenderal TNI Budi Ardimurti Sudi, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Waaster Kasad Bidang Binter, Boemi Ario Bimo, membeberkan bahwa tumbuhan bakau punya peran yang sangat sakral bagi ekosistem.

Selain ampuh menjadi tameng maut penahan abrasi pantai, hutan mangrove juga menjadi rumah ternyaman bagi berbagai biota laut seperti kepiting dan ikan untuk berkembang biak, sekaligus memiliki kemampuan super menyerap karbon dioksida demi melawan perubahan iklim global.

Baca Juga:Buruan Daftar! BLK Pekalongan Buka Pelatihan Kerja Vokasi Nasional Batch 2 Gratis Melalui SIAPkerjaTren Patungan Sapi Marak, Penjualan Kambing Kurban di Lapak Pedagang Musiman Batang Mengalami Penurunan

“Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan lingkungan masyarakat, tetapi langkah nyata menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan hidup generasi mendatang,” cetus Boemi Ario Bimo saat membacakan draf pidato tertulis tersebut.

Pihak TNI juga menantang seluruh komponen bangsa untuk menaikkan level kepedulian mereka terhadap bumi. Menjaga kelestarian alam tidak bisa hanya diserahkan pada satu instansi saja, melainkan draf tanggung jawab bersama yang wajib digotong bersama-sama.

“Kita harus memahami bahwa penanaman mangrove tidak berhenti saat ditanam, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perawatan dan pengawasan yang baik agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” pungkasnya menutup obrolan. (fur)

0 Komentar