Tanggul Pidodo Kulon Kendal Jebol 20 Meter, Pemkab Laporkan Kedaruratan ke PSDA Jawa Tengah

Tanggul Pidodo Kulon Kendal Jebol 20 Meter, Pemkab Laporkan Kedaruratan ke PSDA Jawa Tengah
ABDUL GHOFUR JEBOL - Tanggul jebol di Desa Pidodo Kulon, Kendal, belum tertangani. Warga pasang karung dan bambu darurat, khawatir banjir menggenangi permukiman saat debit air meningkat.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Masyarakat di kawasan pesisir utara Jawa Tengah mendesak adanya percepatan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Hal ini menyusul jebolnya tanggul sepanjang sekitar 20 meter di kawasan Dusun Pilangsari, Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, yang hingga kini dilaporkan belum mendapatkan penanganan struktural dari otoritas terkait.

Kerusakan tanggul pembatas air tersebut tercatat telah berlangsung selama lebih dari dua pekan. Kondisi ini memicu kekhawatiran kolektif di kalangan warga setempat mengenai potensi luapan air yang dapat merendam kawasan permukiman penduduk serta sektor tambak produktif jika terjadi kenaikan debit air ataupun pasang laut.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah melayangkan draf laporan kedaruratan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini diambil lantaran aset titik lokasi kerusakan tersebut secara regulasi berada di bawah wewenang dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga:Ibadah Serentak, PDM Kendal Siapkan 60 Lokasi Salat Iduladha dan Lazismu Kejar Target Kurban Rp9 MiliarRawat Tradisi Seni Ketoprak, SMPN 4 Batang Bertekad Menuju Embrio Sekolah Berbasis Budaya di Jawa Tengah

“Jebolnya tanggul di Desa Pidodo Kulon sudah kami laporkan ke pihak provinsi karena menjadi kewenangan PSDA Provinsi Jawa Tengah. Penanganannya nanti harus dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi,” ujar Dyah Kartika Permanasari di sela-sela agenda penanaman lokakarya Mangrove di Desa Pidodo Kulon, Senin (25/5/2026).

Asesmen Teknis PUPR dan Alokasi Anggaran Darurat

Dyah Kartika menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal saat ini tengah melakukan formulasi dan penyesuaian pos anggaran belanja tak terduga untuk keperluan intervensi darurat. Secara paralel, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal juga telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen pemetaan dampak serta pengukuran kekuatan struktur tanah di sekitar tanggul.

Kendati demikian, kelambatan eksekusi perbaikan permanen di tingkat tapak diakui membuat tensi kecemasan warga kian meningkat. Kepala Desa Pidodo Kulon, Didik Prasetyawan, memaparkan bahwa kerentanan wilayahnya berada pada titik tertinggi saat terjadi konvergensi antara intensitas hujan lebat di hulu dan fenomena banjir rob di hilir.

“Sudah lebih dari dua minggu tanggul ini jebol dan warga sangat khawatir jika banjir datang, air bisa masuk ke permukiman dan memperparah kerusakan,” kata Didik Prasetyawan menjelaskan kondisi sosiologis warganya.

0 Komentar