“Keberadaan pompa air sangat krusial bagi petani, terutama di lahan-lahan tadah hujan yang mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi. Dengan pompa air, petani dapat mengatur jadwal tanam lebih fleksibel dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan,” jelasnya.
Lili berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani untuk semakin mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, meskipun luas lahan di Kota Pekalongan terbatas akibat tekanan pembangunan perkotaan. Dengan meningkatnya intensitas tanam dan produktivitas pertanian, kebutuhan pangan daerah dapat terus terjaga sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani. (nul)
