Sementara itu, Owner Onty Cake & Bakery, Farah, mengaku merasa terhormat dapat terlibat dalam kegiatan yang sarat makna tersebut. Menurutnya, memilih roti abon sebagai bahan ajar merupakan keputusan tepat karena kandungannya yang lebih bersahabat bagi anak-anak inklusi dibandingkan olahan manis berbasis susu dan cokelat.
“Saya senang melihat kolaborasi anak-anak dengan orang tua selama kegiatan berlangsung. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang mereka. Harapannya, semakin banyak kolaborasi antara SKB dengan UMKM maupun instansi lain sehingga anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar keterampilan baru,” tandas Farah usai mendampingi para peserta. (nul)
