Kali Kesek Jadi Mesin Ekonomi Desa, Raup Rp5 Miliar Setahun dan Serap 80 Pekerja

Kali Kesek Jadi Mesin Ekonomi Desa
KERETA SAWAH FAVORIT - Pengunjung menikmati wahana Kereta Sawah di objek wisata Kali Kesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Wahana berkeliling persawahan dengan tarif Rp15 ribu ini menjadi salah satu daya tarik baru yang ramai diminati wisatawan, Jumat (31/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Destinasi wisata Kali Kesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, terus bertransformasi menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Berbekal panorama alam, inovasi wahana, hingga pemberdayaan warga, objek wisata yang dikelola BUMDes itu kini mampu membukukan pendapatan lebih dari Rp5 miliar 2025 dan kini menyerap sekitar 80 tenaga kerja dengan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengatakan pengembangan kawasan wisata tidak pernah berhenti. Berbagai fasilitas, wahana, hingga sentra kuliner terus dibangun untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat desa.

“Kami terus berbenah. Tujuan utamanya bukan hanya menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata,” ujar Sulistyo kepada sejumlah media pada coffee morning, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Akhiri Lawan Arus, Wujudkan Budaya Keselamatan Berlalu LintasBPJS Ketenagakerjaan dan JAMDATUN Perkuat Penegakan Kepatuhan, Pastikan Jaminan Sosial Pekerja Terpenuhi

Menurutnya, sektor kuliner menjadi salah satu penopang utama ekonomi warga. Beragam makanan khas dapat dinikmati wisatawan, mulai gendar pecel, kolang-kaling, bakso, hingga tongseng. Gendar pecel yang dahulu didatangkan dari luar desa kini telah mampu diproduksi oleh warga Sriwulan sehingga nilai ekonominya semakin dirasakan masyarakat setempat.

Selain kuliner, Kali Kesek juga terus melengkapi fasilitas penunjang wisata. Tersedia homestay dengan tarif Rp200 ribu hingga Rp400 ribu pada hari biasa dan Rp250 ribu hingga Rp500 ribu saat akhir pekan. Pengelola juga tengah menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas baru untuk meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan.

Direktur Desa Wisata Kali Kesek, Mohaminatur Rohman, mengatakan wahana yang saat ini paling diminati pengunjung adalah Kereta Sawah. Dengan tarif hanya Rp15 ribu, wisatawan dapat menikmati panorama hamparan persawahan yang menjadi ciri khas Desa Sriwulan.”Yang sekarang sedang ramai itu Kereta Sawah. Selain murah, pengunjung bisa menikmati suasana persawahan dari dekat. Kami ingin wisata di sini memberi pengalaman yang berbeda dengan harga yang terjangkau,” tegas Mohaminatur.

Tak hanya itu, fasilitas glamping juga mulai menjadi favorit wisatawan. Penginapan bernuansa alam tersebut dilengkapi spring bed, televisi, dan kamar mandi, dengan tarif Rp250 ribu pada hari biasa dan sekitar Rp300 ribu saat akhir pekan.

0 Komentar