RADARPEKALONGAN.ID — Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 02/08, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan, pada tahun 2026 ini tampil berbeda dari kebiasaan umum.
Alih-alih mengadakan perlombaan fisik atau hiburan semata, warga setempat sepakat meninggalkan tradisi perayaan agustusan yang konvensional.
Ketua RT 02/08, Muhammad Luthfi, memimpin langsung perubahan ini agar perayaan kemerdekaan di wilayahnya lebih berfokus pada kegiatan yang mendidik dan menambah wawasan warga. Dalam pelaksanaannya, berbagai lomba yang mengandalkan ketangkasan fisik atau hura-hura ditiadakan dan diganti dengan kegiatan yang memperkaya pengetahuan kebangsaan.
Baca Juga:Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Siswa SDN 01 Sidokare Sulap Botol Bekas Jadi Pot TanamanJasa Raharja Gelar “17-an Bareng Jasfren” untuk Edukasi Keselamatan lewat Karnaval dan Lomba Rakyat
Beberapa jenis perlombaan edukatif yang digelar tahun ini meliputi, Lomba Menyanyikan Lagu Nasional “Tanah Airku”: Diadakan untuk menumbuhkan kembali kecintaan serta rasa memiliki terhadap Indonesia. Kemudian lomba Cerdas Cermat: Bertujuan menguji pemahaman seputar sejarah nasional serta sejarah Kota Pekalongan secara mendalam.
Selanjutjya, Lomba Puisi Pahlawan Bertajuk “Inspirasi Ku”: Menjadi wadah bagi warga untuk mengekspresikan nilai-nilai kepahlawanan melalui seni sastra.
Menurut Luthfi, kebijakan ini diambil agar iuran warga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang bermakna jangka panjang, bukan sekadar acara hiburan 𝚜𝚎𝚜𝚊𝚊𝚝. “Eman-eman mas, kalau iuran warga dihabiskan cuma untuk hura-hura tanpa makna,” ujar Luthfi.
Ke depannya, pihak pengurus RT berkomitmen untuk terus mempertahankan dan memperbanyak variasi lomba yang mendidik demi meningkatkan wawasan kebangsaan bagi warga maupun generasi penerus.(nul)
