Kebakaran Hanguskan 80 Persen Rumah di Karangjompo, Tidak Ada Korban Jiwa

Kebakaran Hanguskan 80 Persen Rumah di Karangjompo, Tidak Ada Korban Jiwa
WAHYU HIDAYAT. PENDINGINAN – Petugas Damkar melakukan proses pendinginan pada kebakaran yang melanda sebuah rumah dua lantai di Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/8/2026) pagi.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dua lantai milik warga di Gang 2A RT 02 RW 02, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (18/8/2026) pagi. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 80 persen bangunan, namun dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran melalui grup WhatsApp pada pukul 10.25 WIB. Dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, masing-masing satu unit dari Damkar Kota Pekalongan dan satu unit dari Damkar Kabupaten Pekalongan. Petugas gabungan segera bergerak cepat menuju lokasi kebakaran.

Komandan Regu 3 Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Ahmad Roni, mengungkapkan bahwa titik api awalnya terdeteksi di lantai dua bangunan. Beruntung, akses jalan menuju lokasi tergolong memadai sehingga armada pemadam dapat tiba dengan cepat dan tanpa kendala berarti.

Baca Juga:Polres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor DiamankanUnnes Serukan Empat Pesan Moral di UPC 2026: Jauhi NAPZA, Korupsi, Kekerasan, dan Plastik

“Untuk pemadaman tidak ada kesulitan karena akses mobil besar bisa masuk. Api sudah bergejolak di lantai dua, dan sebelum petugas datang warga sekitar juga sudah berupaya memadamkan api secara mandiri,” ujar Ahmad Roni saat ditemui di lokasi kejadian. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit.

Saat kebakaran terjadi, kondisi rumah dalam keadaan relatif kosong. Lantra (67), pemilik rumah, mengaku sedang berada di luar. Hanya cucunya yang bernama Gasi (16-17 tahun) yang berada di dalam rumah dan sedang menjalani aktivitas membatik. Keberadaan Gasi yang sempat berada di dalam rumah menjadi perhatian, namun ia berhasil selamat tanpa cedera.

Musofa (32), tetangga korban, menceritakan suasana kepanikan yang sempat terjadi di pemukiman tersebut. Ia mendapat telepon dari istrinya dan segera pulang untuk ikut membantu penanganan di lokasi.

“Tadi saya ditelepon istri, katanya rumah Bu Delantra kebakaran. Begitu sampai, warga sudah berkerumun membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang,” tuturnya.

Warga bahu-membahu mengevakuasi berbagai perabotan rumah tangga dan mengamankannya ke rumah tetangga terdekat. Tindakan sigap ini membantu mengurangi kerugian material yang lebih besar.

Sementara itu, pihak keluarga menduga kebakaran dipicu oleh masalah instalasi kelistrikan. Lantra menduga ada perangkat elektronik di lantai dua yang lupa dimatikan atau dicabut saat cucunya beraktivitas. Namun, hingga saat ini, pihak pemadam kebakaran dan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

0 Komentar